PAKAIAN

Oleh: Dr. Rudi Hilmanto,S.Hut.,M.Si

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA. Hak Cipta. EC00202453159, 22 Juni 2024.  Nomor pencatatan: 000628523

Kebutuhan pokok manusia berupa: Sandang, Pangan, dan Papan. Pakaian (Sandang) salah satu kebutuhan pokok/primer manusia. Mengapa demikian?. Pakaian berfungsi sebagai kesehatan dan keselamatan kerja atau aktifitas hidup. Pakaian melindungi tubuh dari pengaruh/gangguan dari luar (misalnya: suhu, iklim, bahan berbahaya/beracun, birahi lawan jenis, pelecehan, penistaan, kemaksiatan, dan lain-lain). Pakaian juga dijadikan bentuk nilai, hak, prestise, kehormatan, Kemuliaan. Hal ini umumnya dilihat dari atribut yang melekat pada pakaian, nilai bahan/komoditas dari pakaian, merk/pembuat dari pakaian, trend/mode dari pakaian tersebut.

Catatan:
1. Kata Sandang:
kata yang tidak memiliki arti tapi menjelaskan nomina. Contoh dalam bahasa Indonesia adalah si, sang, dan kaum.
2. Sandangan atau sandhangan (Jawa): tanda diakritik yang berfungsi untuk mengubah bunyi pada huruf aksara Jawa.
3. Kata Sandhang (Jawa):
Sandang
4. Kata Sendang (Jawa): sumber mata “A I R” alami berbentuk kolam berlokasi di pegunungan dan disakralkan masyarakat setempat
.

1.Pakaian dalam Bahasa Indonesia: Pakaian (KBBI) berasal dari kata “Pakai”. Pakai (KBBI): pakai/pa·kai/ v cak 1 mengenakan; ber-…: pelajar SLTP — seragam putih biru; 2 dibubuhi dengan …; diberi ber-…; dengan: satu gelas es teh — gula; — jangkar Kap gelondong penarik atau penggulung tali tambat pada mesin jangkar. Pakaian/pa·kai·an/ n barang apa yang dipakai (baju, celana, dan sebagainya);~ adat pakaian resmi khas daerah; ~ dalam pakaian yang khusus dikenakan pada bagian dalam, tertutup oleh baju dan celana, seperti kaus dalam, singlet, celana dalam, kutang; ~ dinas pakaian khusus bagi pegawai, karyawan, dipakai dalam kedinasan; ~ dunia adat kebiasaan dunia; ~ hamil pakaian wanita yang biasanya dipakai pada waktu hamil; ~ hidup ki adat kebiasaan hidup; ~ ihram pakaian yang khusus dikenakan pada waktu melaksanakan ibadah haji, terdiri atas dua helai kain putih; ~ kebesaran pakaian yang khusus dikenakan pada upacara resmi (kenegaraan, adat, dan sebagainya); ~ kuda tali terbuat dari kulit untuk mengendalikan kuda dan mengikatkan kuda pada bendi; abah-abah kuda (seperti tali kekang dan pelana); ~ militer pakaian seragam bagi militer; dilengkapi dengan atributnya; ~ renang pakaian khusus untuk berenang, biasanya terbuat dari bahan kaus; ~ resmi pakaian yang hanya dikenakan pada upacara atau acara resmi; ~ santai pakaian yang dikenakan pada saat santai; ~ seragam pakaian yang warna dan potongannya sama dan dimiliki oleh lebih dari satu orang yang seprofesi atau seperkumpulan (seorganisasi), dan sebagainya (seperti pakaian pramuka, tentara, kelompok penari, pemain sepak bola, dan pelajar); ~ sipil pakaian biasa, bukan pakaian seragam militer; ~ sipil harian (PSH) pakaian khusus bagi pegawai, karyawan, biasanya dipakai pada upacara atau hari-hari tertentu (seperti Senin dan Kamis); ~ sipil lengkap (PSL) pakaian khusus bagi pegawai, karyawan, dipakai pada acara resmi (berjas dan berdasi bagi laki-laki); ~ tidur pakaian yang khusus dikenakan pada waktu tidur (piama, kimono, dan sebagainya).

2. Pakaian dalam Frasa/Asosiasi/Metafora/Sisi Lain
Banyak kata pakaian yang digunakan dikatakan dalam bentuk Frasa/Asosiasi/Metafora/Sisi Lain.
Misalnya: “Istrimu-Istrimu adalah Pakaian Bagimu”, Pakaian Terbaik adalah Takwa, dan lain sebagainya (dsb). Ada 2 kata perlu diperhatikan yang dikaitkan/dikatakan dengan bentuk Frasa/Asosiasi/Metafora/Sisi Lain di atas. yaitu:
* Hijab: bahasa Arab, hijab berasal dari kata ‘hajaban’ berarti menutupi. Kata lainnya yakni, ‘al-hijab’ adalah benda yang menutupi sesuatu, atau penghalang.
** “I J A B“: ijab n 1 ucapan tanda penyerahan dari pihak yang menyerahkan dalam suatu perjanjian (kontrak, jual beli); 2 kata-kata yang diucapkan oleh wali mempelai perempuan pada waktu menikahkan mempelai perempuan; 3 penawaran ketika membeli (lawan kabul); 4 lulus atau diterima (tentang permohonan dalam salat);
— kabul 1 jual beli; kontrak-mengontrak; 2 akad nikah;
— nikah pernikahan;
* Gamis (KBBI): gamis/ga·mis/ n kemeja
** Agamis: bersifat keagamaan

Bagaimana memahami arti pakaian itu sendiri?

Konsep Pakaian dan Arti Pakaian
Saya akan menulusurinya melalui kata: “Syar’I”. Kenapa menulusurinya melalui kata ini?. Kata ini dari pembahasan (Mata Kuliah Kehutanan Masyrakat Oleh: Dr. Rudi Hilmanto, S.Hut., M.Si) merupakan suatu bentuk simpul dari suatu bentuk data-data dari sebuah teks. Hal ini bisa dilihat dari kata “Masyarakat”. Kata Masyarakat jika dilhat dengan kata yang bersandingan (Kolokasi) dan Lafadz (Fonetik) yang dihasilkan adalah:
1.Masya (مَا شَاءَ: ma sha’): “Apapun yang dia inginkan”. Bentuk frasa: kehendak
2.Serikat: serikat/se·ri·kat/ n 1 perkumpulan (perhimpunan, gabungan, dan sebagainya); 2 persekutuan (dagang); perseroan; 3 sekutu; kawan (dalam perang dan sebagainya): Inggris segera akan berunding dengan — nya; kaum –; negara-negara — , negara-negara yang bersekutu (dalam Perang Dunia Kedua); — buruh organisasi buruh di luar perusahaan yang didirikan oleh para pekerja untuk melindungi atau memperbaiki status ekonomi dan sosialnya melalui usaha kolektif; — dagang perseroan; kongsi; — sekerja perhimpunan orang yang sama pekerjaannya;
A. Syariat dan Syar’i
a.Syariat (KBBI):
syariat/sya·ri·at/ n Isl hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Allah Swt., hubungan manusia dengan manusia dan alam sekitar berdasarkan  Alquran dan hadis:  Alquran adalah sumber pertama dari — Islam;– palu-memalu, hakikat balas-membalas, pb baik dibalas dengan baik, jahat dibalas dengan jahat;
b.Syar’i:
Cara berpakaian seorang muslimah sesuai dengan Syariat
B. Costum dan Kostum
a. Costum (Inggris):
Adat, Kebiasaan, Adat Istiadat, kelaziman
b. Kostum (KBBI):
kostum/kos·tum/ n pakaian khusus (dapat pula merupakan pakaian seragam) bagi perseorangan, regu olahraga, rombongan, kesatuan, dan sebagainya dalam upacara, pertunjukan, dan sebagainya: kesebelasan tamu memakai — putih hijau;
C. Fashion dan Passion
a. Fashion (Inggris):
Mode, cara, gaya, model, kebiasaan, ragam, basa-basi
Passion (Inggris):
Renjana, Gairah, Semangat.

3. Bagaimana Hubungan dari Kata: Syariat dan Syar’i; Costum dan Kostum; Fashion dan Passion (Mata Kuliah Kehutanan Masyarakat Oleh: Dr. Rudi Hilmanto, S.Hut., M.Si)
a.
Pakaian fungsi dasarnya untuk aktifitas hidup manusia (mencari peluang, keuntungan, kebenaran, dan keadilan) berupa kesehatan dan keselamatan kerja.
b.
Pakaian awalnya dipakai/dikenakan sebagai berdasarkan fungsi, tujuan, manfaat, kegunaan, peruntukan, Estetika/Keindahan (Ini yang dimaksud sebagai “Arti” atau “Artinya Berpakaian/Pakaian Artinya”). Hal ini menunjukan adanya bentuk/keberadaan Nilai dan Hak
c. Pada perkembangan selanjutnya adanya Nafsu (Kreasi/Kreatifitas masing-masing orang) menjadi berkembang bentuknya pakaian menjadi suatu bentuk seni saja (Mengacu bentuk tujuan berupa Keindahan/Estetika saja. Hal ini yang sering didengar dalam suatu bentuk ungkapan “Dijadikan Terasa Indah”). Seni dalam hal ini seperti melucu (Benar atau salah berpikir/tindakan/dilakukan tujuannya adalah lucu/kelucuan membuat tertawa) (Ini yang dimaksud sebagai konsep atau “Konsepnya Berpakaian/Pakaian Konsepnya) Hal ini menunjukan adanya bentuk/keberadaan “Konsep Ruang” (Interior dan eksterior), “Konsep Waktu” (Khalaqa/Menciptakan dan ja’ala/diciptakan/menjadikan)
d. Sebagai contoh ilustrasi: Seseorang menggunakan pakaian sebuah profesi/Tokoh (Tentara, Polisi, Dokter, Tokoh Agama (Keyakinan dan Kepercayaan), Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Negara beserta atributnya, dan sebagainya) Hal ini:
* Menunjukkan adanya Nilai dan Hak dari Pakaian dan Atribut tersebut. Hal ini untuk mendapatkan pengakuan, kehormatan, kemuliaan, Syah/Sah, Kredibilitas, Akreditas, dan lain-lain
* Pakaian dan Atribut tersebut menunjukkan bentuk prilaku, tindakan, kebiasaan yang dilakukan oleh orang yang mengenakannya. Hal ini Agar mudah (cepat) dikenali/mudah (cepat) teridentifikasi
* Karena adanya Nafsu (Kreasi/Kreatifitas masing-masing orang) muncul bentuk konsep.
4. Dari Hal di atas Muncul adanya istilah “Kisruh Konsep” dari asumsi, Fakta, normalitas, dan kebenaran seseorang dan/atau sekelompok orang berprilaku dan bertindak tentang “Syariat dan Syar’i; Costum dan Kostum; Fashion dan Passion” (Mata Kuliah Kehutanan Masyarakat Oleh: Dr. Rudi Hilmanto, S.Hut., M.Si)
1. Orang-orang Curang, Menafikan, Merusak (Bohong/menurunkan nilai), dan Merugikan (Menipu). Contohnya orang/tokoh-tokoh yang mengenakan pakaian gadungan/palsu sering disebut dengan istilah Kazib; Kadzib, Kufur yang prilaku/tindakannya berupa Pengingkaran dan Pendustaan/Pendusta; Menafikan (menolak, menampik, mengingkari, menyangkal) suatu kebenaran dan keadilan.
2. Hewan diberikan/mengenakan pakaian dan Atribut seperti orang-orang suatu bentuk untuk memperoleh pengakuan Hak dan Nilai berupa prestise, kehormatan, kemuliaan, Syah/Sah, Kredibilitas, Akreditas dan lain-lain. Terkadang hal ini juga menggambarkan ketidakpahaman dalam hal: arti, fungsi, manfaat, kegunaan, dan peruntukan tentang pakaian sebagai bentuk nilai, hak, kemuliaan, dan kehormatan. Karena hewan diberikan pakaian seperti orang-orang tetap seperti hewan (Hina/Tidak menjadikan dia terhormat dan mulia) bahkan bisa menimbulkan resiko bahaya jika hewan-hewan itu tetap berprilaku/bertindak alami sebagaimana fitrahnya hewan tersebut tanpa ada pengawasan/pemantauan/perawatan dari tuan pemeliharanya/penjaganya. Contoh: Atraksi (artis) Topeng Monyet dan Anjing; Pertunjukan Sirkus Hewan-Hewan
3. Pakaian dan Atribut digunakan sebagai pentas seni/Bermain; pentas Peran/Simbol; tokoh/penokohan/sosok pada pertunjukan seni/pertunjukan panggung
4. Norak; Kampungan, salah Kostum, dan lain-lain suatu bentuk Praktik-Praktik untuk Popularitas (Populer)/Keinginan Populer mengikuti gaya (style) aslinya. Contohnya: Kearab-Araban; KeInggris-inggrisan (KeBritish-Britishan); KeBarat-Baratan dan lain-lain menimbulkan bentuk prilaku/tindakan Waham/Takhyul. Ciri lainnya tampak berbelit-belit (berlebihan) dalam berprilaku dan bertindak tidak memahami sesuai maksud, fungsi dan tujuan aslinya.
5. Pakaian dan Atribut sebagai Penyamaran/Menyamarkan/Kamuflase suatu bentuk Metode untuk menghindari/menyelamatkan diri dari Predator/Lawan/Musuh/Bahaya/Ketakutan/Keamanan/Pertahanan/Resiko; Munafik/Kemunafikan. Bentuk Munafik/Kemunafikan tergantung dari Sifatnya karena ada istilah “Menafikan”/”Menafsirkan”. Lembar bisa “Klik di sini

Mungkin Anda Menyukai