Hutan Harapan: Pengelolaan PBPH-RE dalam Mendukung Program Restorasi dan Folu Netsink

Hari Jumat tepatnya pada tanggal 22 September 2023 dilaksanakan Kuliah Umum secara online melalui zoom meeting oleh Mahasiswa S1 Jurusan Kehutanan Universitas Lampung Mata Kuliah Jasa Lingkungan yang dihadiri oleh Mahasiswa Jasa Lingkungan, dosen Jasa Lingkungan yakni Prof. Dr. Ir. Christine Wulandari, M.P., IPU, Prof. Dr. Slamet Budi Yuwono,M.Si. dan Dian Iswandaru,S. Hut., M.Sc. Kegiatan ini diikuti pula oleh tim panitia kuliah umum yakni Vinanda Arum Tri Kurniawan, Kheynad, Nabila Daud, Zeda Erdian, Lusiana Tursina Silaban, Fadela Yunika Sari, Aryanti Rizki Adinda, Nur Ahmad Fadli, dan Lutfi Nur Latifah. Tema yang diangkat pada Kuliah Umum ini adalah Hutan Harapan: Pengelolaan PBPH-RE dalam Mendukung Program Restorasi dan Folu Netsink. Acara Kuliah Umum ini di buka oleh MC yaitu Aryanti Rizki Adinda (Mahasiswa Jurusan Kehutanan) dan dipandu oleh Dosen Penangung jawab Mata Kuliah Jasa Lingkungan sekaligus Guru Besar Ilmu Manajemen Hutan Universitas Lampung yaitu Prof. Dr. Ir. Christine Wulandari, M.P., IPU.        

Kegiatan Kuliah Umum ini diawali dengan pemaparan materi oleh Prof Christine tentang pentingnya restorasi lahan guna menjaga kualitas jasa lingkungan. Dengan skema Pengelolaan Jasa Lingkungan (PJL) masyarakat telah melakukan usaha restorasi dengan menjaga fungsi jasa lingkungan sehingga masyarakat penyedia (hulu) dan masyarakat pemanfaat (hilir) dapat mendapat keuntungan-keuntungan dari lestarinya fungsi jasa lingkungan. Selanjutnya materi kuliah umum diberikan oleh, Bapak Mangarah Silalahi, S.Sos, MSC, MT. selaku presiden Direktur PT. Restorasi Ekosistem Indonesia (REKI).. Jasa lingkungan dengan upaya restorasi memiliki hubungan yang saling mempengaruhi. Fungsi dari jasa lingkungan dan lahan memilki kaitan yang erat, materi ini disampakan oleh Bapak Mangarah Silalahi. Beliau, menjelaskan bahwa kegiatan restorasi merupakan upaya mengembalikan unsur hayati meliputi flora dan fauna, dan unsur non hayati meliputi tanah, iklim, dan topografi pada suatu kawasan dengan jenis asli, sehingga tercapai keseimbangan hayati dan ekosistemnya. Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) menjadi cikal bakal multi usaha kehutanan Perizininan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH). Pengelolaan hutan harapan berorentasi pada pengelolaan hutan berbasis ekosistem untuk perbaikan nilai ekonomi hutan dan pemulihan unsur hayati serta non hayati.  

Beliau mengatakan bahwasanya PT. REKI mendukung Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 dengan melakukan mendukung kebijakan restorasi hutan melalui Hutan Harapan. Selain itu, PT. REKI juga melakukan perencanaan hutan dan stabilitas tutupan hutan, pemulihan restorasi hutan, perlindungan hutan dan biodiversitasnya, monitoring biodiversitas untuk konservasi spesies dan restorasi, kemitraan dan pengembangan ekonomi komunitas, serta pengembangan multi usaha kehutanan yang terdiri dari hasil hutan bukan kayu (pengumpulan damar, jelutong, jernang, dan penjualan karet), pemanfaatan kawasan (agroforestri nilam, vanili, serai wangi, dan buah-buahan), dan jasa lingkungan (ekowisata + layanan di camp, Payment Ecosystem Services, Nature Based Solution, carbon tranding. Acara selanjutnya sesi diskusi atau session tanya-jawab. Banyaknya peserta memberikan pertanyaan tentang materi yang telah disampaikan. Pada perkuliahan selama 2 jam ini, Bapak Mangarah menyampaikan harapannya yakni nantinya Mahasiswa Unila dapat mengikuti Magang di PT. REKI sehingga dapat menyampaikan aspirasi-aspirasi demi menyelesaikan tantangan dan resiko yang saat ini terus dihadapi oleh PT.REKI. (Jurusan Kehutanan Februari, 2021).

Mungkin Anda Menyukai