“2019 Asian English Olympic”

Saipul Anwar, Bangun Adi Wijaya dan Aulia Nur Intan Denada adalah 3 mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung yang beberapa waktu yang

Berita Magang Jurusan Kehutanan

Sebanyak 11 orang mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung mengikuti magang di beberapa lokasi seperti; KPH VII Way Waya Tangki Tebak, Resort

Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (Himasylva) bersama BKSDA SKW III Lampung, Bantu Korban Tsunami Selat Sunda di Pulau Sebesi Lampung Selatan

Mahasiswa yang berjumlah puluhan dari Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (HIMASYLVA) melakukan aksi turun ke jalan pada kegiatan menggalang dana dari warga Bandar

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Himaforesta Unja Paper Competition

Mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional pada akhir tahun 2018. Kali ini, mahasiswa Unila berhasil menjadi

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung melaksanakan Kegiatan Musyawarah Anggota Istimewa (MAI)

Musyawarah besar bagi suatu organisasi merupakan momen penting . Musyawarah besara dijadikan sebagai momentum untuk melaksanakan evaluasi kegiatan organisasi selama satu periode pengurusan

 

Lahirnya Rusa Timor (Cervus timorensis) di Penangkaran Rusa Universitas Lampung

Universitas Lampung dipercaya menjadi tempat penangkaran sementara Rusa Timor (Cervus timorensis) dan Rusa Sambar (Cervus unicolor) sebelum dilepas liarkan kembali ke habitatnya. Jumlah Rusa Timor (Cervus timorensis) yang ada di penangkaran Unila sebelumnya 9 ekor terdiri dari 5 (lima) jantan dan 4 (empat) betina, sedangkan Rusa Sambar (Cervus unicolor) berjumlah 6 (enam) ekor terdiri atas 2 (dua) jantan dan 4(empat) betina.

Senin 22 oktober 2018 pukul 10.15 WIB, Rusa Timor (Cervus timorensis) resmi bertambah 1 (satu) ekor, dengan jenis kelamin betina. Menurut Pak Tikno sebagai orang yang mengurus rusa, indukan tersebut baru pertama kali melahirkan. Proses kelahirnya berlangsung ± 30 menit. Setelah melahirkan, sang induk betina menjilati anaknya, tak lama kemudian indukan jantan membantu anak rusa tersebut untuk belajar berdiri menggunakan ranggahnya. Hal tersebut dilakukan terus-menerus, namun anakan rusa tersebut tidak mampu untuk berdiri, sehingga pejantan tersebut menusuk bagia perut anakan menggunakan ranggahnya hingga anak rusa tersebut mati. Menurut Dr. Ir. Gunardi Djoko Winarno, M.Si. (Dosen kehutanan) hal tersebut terjadi karena anakan tersebut bukan hasil dari perkawinan sang jantan sebagai raja, atau anakan tersebut dianggap lemah dan membahayakan bagi kelompoknya. Dalam ilmu pengetahuan sifat ini disebut infanticide yaitu sifat alami untuk membunuh anakan. Hal ini tidak hanya terjadi pada rusa saja melainkan juga ada pada sifat alami monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan harimau (Pantheratigris).

Menurut PP no 7 tahun 1999 tentang “Pengawetan jenis tumbuhan dan satwa” Rusa Timor (Cervus timorensis) dan Rusa Sambar (Cervus unicolor) masuk kedalam satwa yang harus dilestarikan dan dilindungi. Menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature) Rusa Timor dan Rusa Sambar masuk kedalam kategori Resiko Rendah. Lahirnya Rusa Timor (Cervus timorensis) merupakan wujud bentuk positif Unila terhadap upaya konservasi yang dilakukan dengan perkembangbiakannya (Hafid A.D dan Ida L).

  

Turun Lapang Praktikum Matakuliah Ekologi Hutan

Sabtu 13 Oktober 2018, Sebanyak 75 orang mahasiswa beserta dosen (Pak Indriyanto, Ibu Machya Kartika Tsani, dan Ibu Sunaryanti) Kehutanan Universitas Lampung angkatan 2017 siap menggadakan turun lapang untuk matakuliah Ekologi Hutan yang Diselenggarakan di kawasan KPH Talang Mulya, desa Batu Menyan kecamatan Way Sabu Kabupaten Pesawaran. Raptors (sebutan untuk Kehutanan Universitas Lampung angkatan 2017) memulai perjalanan tepat pukul 07:00 WIB, bersama do’a keselamatan. Perjalanan ditempuh menggunakan sepeda motor sejauh 22 km dari pusat kota Bandar Lampung dengan lama perjalanan kurang lebih satu jam.

Setelah berada pada kelompoknya masing-masing, praktikum langsung dimulai. Tiap kelompok didampingi oleh seorang petani pengelola kawasan tersebut, yang bertugas sebagai petunjuk arah serta pakar identifikasi tetumbuhan dan hewan-hewan yang ada di KPH Talang Mulya tersebut. Terdapat tiga agenda praktikum, yaitu 1) Praktikum pengamatan komponen ekosistem hutan; 2) Praktikum respon tumbuhan terhadap hubungan persaingan dan ketergantungan; 3) Praktikum dinamika komunitas tumbuhan. Praktikum dilaksanakan dengan membuat plot dan mendata berbagai jenis keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Untuk praktikum judul pertama dan kedua, dibuat plot seluas 20 x 20 m2 dan plot tersarang (dipasang didalam plot yang besar) seluas 2 x 2 m2, untuk praktikum judul ketiga dibuat plot seluas 40 x 25 m2 dan plot tersarang dengan luas 2 x 2 m2 sebanyak 6 plot. Kemudian, dilakukan pencatatan beragam spesies hewan dan tumbuhan, sesuai judul masing-masing praktikum.

Praktikum dilakukan di dalam KPH Talang Mulya, yang di dalamnya diselengarakan sisitem agroforestri. Sistem agroforestri menggabungkan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian di dalam kawasan hutan. Terlihat sangat jelas, pada KPH Talang Mulya tanaman pertanian seperti aren, kopi, dan kakao ditanam berdampingan dengan tanaman kehutanan seperti pohon sonokeling, pohon Durian, pohon karet dan lainya. Namun seperti “biasa”, tetap saja tanaman kakao lebih mendominasi dibanding yang lainya (Bangun A. Wijaya).

  

Tingkatkan Hardskill, Mahasiswa Kehutanan Unila Ikuti Pelatihan Statistika Ekologi

Bandar lampung-Mahasiswa Jurusan Kehutanan Universisitas Lampung yang tergabung dalam komunitas pemerhati konservasi burung Birdpacker-Warriors yaitu Abdul Rouf, Rizky Novia, M. Sarpin, Rudi, Anggun, dan Dita mengikuti Pelatihan Dasar-dasar Penggunaan Bahasa Pemrograman R untuk Analisis Statistik dalam Penelitian Ekologi yang diselenggarakan oleh Kelompok Pemerhati Avifauna (KPA) Cairina. Bahasa Pemrograman R merupakan sebuah bahasa dan lingkungan pemrograman yang dapat digunakan untuk pengolahan data, analisis data, visualisasi data, dan sebagainya. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari Jurusan Biologi dan Kehutanan yang dilaksanakan di Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung (13-14/10). Kegiatan pelatihan ini dihadirkan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam penggunaan bahasa pemrograman R dan analisis data khususnya di bidang Ekologi.

Berdasarkan penjelasan Harnes Abrini dalam sambutannya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Bahasa Pemrograman R kepada mahasiswa dalam pengolahan data lapangan. “Penggunaan R akhir-akhir ini meningkat pesat di bidang ekologi dan konservasi biodiversitas, terutama untuk tujuan analisis data karena beberapa kelebihan yang membuatnya unggul dibandingkan perangkat lunak statistik popular. Kegiatan pelatihan ini ditujukan kepada mahasiswa yang sedang dan akan melakukan penelitian, karena untuk membantu dalam pengolahan dan analisis data. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill mahasiswa dalam era globalisasi saat ini dalam bidang ekologi dan konservasi.” Jelas ketua pelaksana kegiatan.

Menurut keterangan salah satu peserta pelatihan, Dita Cahya Melati (Kehutanan 2016) mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan dasar Bahasa Pemrograman R ini dapat memberikan ilmu baru dalam pengolahan data atau pengaplikasian ilmu statistik di bidang Ekologi. “Bahasa Pemrograman R ini dapat membantu mahasiswa dalam pengolahan dan analisis data penelitian dengan dengan cara yang tidak terlalu rumit. Saya juga berharap semoga kegitan seperti ini dapat dilaksanakan kembali agar seluruh mahasiswa dapat menggunakan Bahasa Pemrograman R dalam pengolahan dan analisis data penelitian.” Ujarnya. (Rouf Kholil).

  

Kuliah Umum oleh KKPH Batutegi

Sabtu, 29 September 2018, Jurusan Kehutanan bekerja sama dengan KPH Batutegi mengadakan kuliah umum tentang “Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di KPH Batutegi”. Kuliah ini disampaikan langsung oleh Kepala KPH Batutegi Bapak Ir. Yanyan Ruchyansyah, M.Si.

Acara yang dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Irwan Sukri Banuwa dilaksanakan di Gedung Dekanat Fakultas Pertanian dan dihadiri oleh lebih dari 170 mahasiswa Jurusan Kehutanan dari berbagai angkatan. Pada kesempatan ini KKPH Batutegi menyampaikan kondisi KPH Batutegi saat ini, kendala yang dialami, dan upaya upaya perbaikan yang dilakukan dalam pengelolaan hutan di sana. KPH Batutegi menyajikan potensi potensi Hasil Hutan Bukan Kayu dan jasa lingkungan sebagai kekayaan alam yang dimiliki. Pengelolaan secara partisipatif masyarakat merupakan bentuk pengelolaan yang paling baik yang saat ini dapat diterapkan disana.

Kuliah umum ditutup dengan diskusi dengan mahasiswa. Mahasiswa Jurusan Kehutanan menyatakan kesediaannya untuk ikut berpartisipasi dalam mengelola KPH Batutegi untuk mendukung pembangunan kehutanan di Provinsi Lampung (Dr. Melya Riniarti).

  

Kongres dan Seminar Nasional KOMHINDO, 19 September 2018 di Medan

Pada tanggal 19 September 2018 7 orang staf pengajar Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang terdiri dari: Christine Wulandari, Rommy Qurniaty, Susni Herwanti, Hari Kaskoyo, Indra Gumay Febryano, Rahmat Safe’i dan Gunardi mengikuti kegiatan Kongres dan Seminar Nasional ke-4 Komunitas Manajemen Hutan Indonesia (KOMHINDO) 2018 di Hotel Grandhika Setiabudi, Medan. Adapun tema seminar nasional adalah ” Sinergi KPH dan Perhutanan Sosial dalam Upaya Mendukung Keberhasilan Pengelolaan Hutan Lestari”. Acara kongres dan seminar nasional ini dibuka oleh Wakil Rektor 3 Universitas Sumatera Utara (USU) dan dihadiri Dekan Fahutan USU, para akademisi dari berbagai universitas di Indonesia seperti, Universitas Hasanudin, Institut Pertanian Bogor, Universitas Nusa Bangsa Bogor, Instiper Yogyakarta, Universitas Tadulako, Universitas Jambi, Universitas Lampung, Universitas Sumatera Utara dan berbagai instansi kehutanan di Sumatera Utara.

Dalam Seminar Nasional tersebut, Dr. Christine Wulandari dengan judul papernya “ Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan dalam Pelaksanaan Program Perhutanan Sosial oleh Mitra” berhasil mendapatkan predikat Best Presenter I dan Dr. Gunardi berhasil mendapatkan predikat Peserta Ter-Favorit III.

Sertifikat Akreditasi Jurusan Kehutanan FP Unila Periode 2004 hingga Sekarang

Kepada Alumni dan Mahasiswa Jurusan Kehutanan FP Unila Sertifikat Akreditasi Jurusan Kehutanan FP Unila mulai periode 2004 hingga sekarang dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) bisa di lihat dan didownload pada link berikut:

Akreditas Jurusan Kehutanan FP Unila Periode 2004-2009: Sertifikat Akredetasi BAN PT Periode 26 Oktober 2004 sd 26 Oktober 2009

Akreditas Jurusan Kehutanan FP Unila Periode: 2010-2014: sertifikat akredetasi BAN PT periode 2 September 2010 sd 2 September 2015 pdf1-min

Akreditas Jurusan Kehutanan FP Unila Periode: 2015-hingga sekarang: sertifikat akredetasi BAN PT periode 9 Januari 2015–9 Januari 2020

Ajak Masyarakat Menjaga Hutan Mangrove

Pada hari Kamis, 20 September 2018, melalui siaran langsung di RADAR TV, Jurusan Kehutanan menyampaikan himbauan kepada masyarakat Lampung untuk melestarikan mangrove. Jurusan kehutanan pada kesempatan ini diwakili oleh Dr. Melya Riniarti, Duryat, S.Hut. M.Si. Dan Trio Santoso S.Hut., M.Sc. Mangrove sebagai sebuah ekosistem unik memiliki banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Mangrove mampu menjaga garis pantai dari abrasi, intrusi air laut hingga kemampuannya menahan tsunami. Mangrove juga merupakan tempat berpijah berbagai jenis ikan dan hewan laut serta menyediakan nutrisi bagi kehidupan disekitarnya.

Tayangan langsung ini mendapatkan sambutan yang baik dari berbagai pihak. Program TV bertajuk Faperta Berkarya merupakan program rutin Fakultas Pertanian Unila. Sebagai salah satu wujud penyampaian hasil penelitian dari civitas akademika fakultas pertanian Unila kepada masyarakat luas di provinsi Lampung (Dr. Melya Riniarti).

  

Yudisium wisuda tahap I TA 2018/2019

Seperti biasa, sehari sebelum wisuda, Fakultas Pertanian menggelar Yudisium bagi para wisudawan. Pada kesempatan ini ada 5 orang mahasiswa kehutanan yang berhasil lulus dan siap diwisuda. Mereka adalah Rangga, Rifki, Athaya, Yeni dan Fidyan.

Yudisium kali ini disetting berbeda. Para orangtua diundang untuk ikut menyaksikan kegiatan tersebut, dan mendampingi putra putrinya. Hal ini dilakukan sebagai wujud penghargaan dari Fakultas Pertanian kepada para orang tua dan para wisudawan. Dalam sambutannya Dekan menyampaikan rasa bangga dan harunya atas keberhasilan para mahasiswa dan berharap mereka akan sukses di masa depan. Selamat Kepada para wisudawan… (Dr. Melya Riniarti).

  

Mahasiswa Jurusan Kehutanan menjadi Ketua Umum FOSI FP

Syarif Hidayat, bergabung di Jurusan Kehutanan sejak tahun 2016. Berasal dari SMA Negeri 2 Kab. Tangerang, saat ini Syarif menjadi ketua umum FOSI sejak Januari 2018. Keterlibatannya di Fosi dimulai sejak menjadi mahasiswa baru Fakultas Pertanian Universitas Lampung, berawal menjadi Keluarga Muda FOSI (2016), kemudian menjadi Anggota Bidang Kaderisasi (2017), sampai saat ini menjadi Ketua Umum FOSI FP (2018). Hal yang membuat ia tertarik adalah “di Fosi saya mendapatkan apa yang tidak bisa saya dapatkan di tempat/organisasi lain, saya mendapatkan lingkungan yang saling berusaha untuk memperbaiki diri bersama sama, saling mengingatkan untuk kebaikan, dan tentunya berorganisasi untuk mencapai suatu tujuan. Saya dapatkan itu semua di Fosi”

Visi utama saya kuliah di kehutanan itu bisa menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang lain, membuat dunia sedikit lebih baik, karena saya. Memilih Fosi sebagai organisasi yang saya pilih adalah cara salah satunya, membuat diri ini baik kemudian membuat lingkungan saya lebih baik dan seterusnya hingga dunia pun menjadi lebih baik karena saya dan satu lagi, saya pernah membaca tulisan dari salah satu dosen saya yaitu “menjadi rimbawan itu harus cerdas intelektualnya, fisiknya, sosialnya dan tentu religinya”, saya bisa mendapatkan ketiga hal tersebut (intelektual, fisik dan sosial) di kuliah namun tidak dengan hal yang terakhir (religi). Saya berharap dapat memadukan apa yang saya dapatkan di bangku kuliah dan di Fosi. saya kuliah di Jurusan Kehutanan dan aktif di Fosi, jadi saya harus bisa menjadi seseorang yang baik yang mampu membuat lingkungan menjadi lebih baik. Karena pada dasarnya, awal dari kerusakan lingkungan adalah ketidakbaikan pada dalam diri seseorang (Dr. Melya Riniarti).

  

Monitoring Evaluasi Magang Mahasiswa Jurusan Kehutanan Unila pada 6 KPH

Sebagai bagian dari kegiatan Magang mahasiswa di 6 KPH di Provinsi Lampung, maka pada tgl 10 September 2018 dilakukan monitoring oleh Ketua Jurusan Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Monev dilaksanakan di KPH Gedong Wani. Ketua Jurusan Kehutanan, Dr. Melya Riniarti dan perwakilan dari KLHK Nurul, S.Hut., diterima langsung oleh Bapak Ir. Guntur Hariyanto, di kantor KPH.

Kegiatan monev bertujuan mendapatkan informasi tentang pelaksanaan magang mahasiswa di KPH tersebut. Berbagai aspek dinilai terutama tentang kinerja dan kebermanfaatan program ini bagi KPH

Pada kesempatan ini Bapak Guntur menyampaikan apresiasinya dan harapannya agar program ini dapat dilanjutkan. Beliau menyatakan kehadiran mahasiswa magang memberikan banyak bantuan terutama berhubungan dengan aplikasi teknologi (Dr. Melya Riniarti).

   

 

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.