Faperta Berkarya Acara di Radar Televisi

Penampilan Jurusan Kehutanan FP Unila dalam acara Faperta Berkarya di Radar Tv. Acara di laksanakan pada 18 Juni 2020 Pukul 19.00 wib.  Topik yang di

Webinar Nasional Refleksi Rimbawan

Webinar Nasional Refleksi Rimbawan.  Tema pada acara ini adalah Meningkatkan peran aktif, inovasi, dan kreasi Rimbawan dalam Pembangunan Kehutanan Indonesia. Sebagai Keynote Speaker:

Halal Bihalal Keluarga Besar Rimbawan Universitas Lampung

Halal bihala Keluarga Besar  Rimbawan Universitas Lampung bertemakan “Ada Rindu Di Hati”. Mengusung 3 pembicaraan dari Jurusan Kehutanan: “Rimbawan Unila dan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan; dari

Revitalisasi Persemaian Himasylva Universitas Lampung

Anggota Himasylva, Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung telah melakukan kegiatan revitalisasi persemaian Himasylva. Kegiatan ini dilakukan pada Minggu (01/02/2020) di persemaian Himasylva.

Ketua dan Sekretaris Jurusan Kehutanan Unila Periode 2019-2023

Dr. Indra Gumay Febrianto, S.Hut., M.Si.  dan Susni Herwanti S.Hut., M.Si terpilih menjadi Ketua dan Sekretaris Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung periode

 

Category Archives: PENGUMUMAN

Praktik Turun Lapang Jurusan Kehutanan Mata Kuliah Silvikultur di Hkm Rangai Sejahtera Register 17 KPH XIII Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok Lampung Selatan

Sabtu, 24 November 2018, Mahasiswa Jurusan Kehutanan melakukan kegiatan Praktikum lapangan untuk Mata Kuliah Silvikultur ke Hkm Rangai Sejahtera, register 17 KPH XIII G Way Pisang- Rajabasa-Batu Serampok Lampung Selatan. Praktikum ini diikuti oleh 78 mahasiswa terdiri dari angkatan 2017 dengan di dampingi 4 Asisten Dosen (Zulfikri, Hafid Azi Darma, Endah Susilowati, Ulfa Luthfiana) dan 2 Dosen (Dr. Melya Riniarti, S.P., M.Si dan Trio Santoso, S.Hut., M.Si.). Kegiatan praktikum Silvikultur ini sambut baik dari pihak KPH dan Hkm, Pihak KPH XIII Way Pisang-Rajabasa- Batu Serampok diwakili oleh Bapak Edi Husain dan Bapak Badarudin. Bapak Broto selaku tokoh masyarakat mewakili dari Hkm Rangai Sejahtra menyampaikan kepada praktikan mengenai sejarah singkat kawasan, menurut beliau kawasan hutan tersebut di dmulai ditanami dengan tanaman Pala (Myristica fragrans) sejak Tahun 1989, Penanaman Pala didorong oleh tanaman cengkeh yang mereka usahakan sebelumnya terkena serangan penyakit, sehingga masyarakat harus menganti tanamannya. Pala dipilih karena memiliki banyak fungsi, selain menghasilkan buah, juga merupakan tanaman yang mampu menahan erosi dan longsor, mengingat kondisi lereng yang sangat curam. Saat ini hasil yang didapat dari buah tanaman Pala (Myristica fragrans) sudah dimanfaatkan masyarakat, baik dijual dalam bentuk segar maupun dibuat sirup dan dodol pala, yang banyak mendapatkan fasilitas dari KPH XIII.

Setelah mendapat pembekalan singkat, mahasiswa langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamatan Agroforestri. Pengamatan yang dilakukan berupa komponen tanaman penyusun, pola, skala produksi, dan jenis agroforestri klasik/modern dengan melakukan Analisi Vegetasi dengan membuat plot 20x20m untuk fase pohon, plot 10x10m untuk fase tiang, plot 5x5m untuk fase pancang dan plot 2×2 untuk tumbuhan bawah dengan jumlah 3 plot untuk masing-masing kelompoknya.

Menurut Dr. Melya Riniarti, S.P., M.Si kegiatan praktikum ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa Jurusan Kehutanan Universitas Lampung. Dalam kegiatan ini mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh di perkuliahan dan mahasiswa juga dapat belajar bagaimana kondisi yang ada di dalam kawasan hutan baik dari komposisi tanaman, manfaat tanaman, dan bentuk pengurusan tanaman agar hutan tersebut secara ekologi mampu melaksanakan fungsinya sebagai hutan dan secara ekonomi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat (Hafid Azi Darma).

  

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung Jelaskan Hutan bisa Jadi Sumber Pendidikan dan Belajar bersosial Mahasiswa dengan masyarakat sekitar Hutan

Potensi KPHL Rajabasa yang sangat besar dengan mayoritas berhubungan langsung dengan masyarakat, hal ini mendorong Perguruan Tinggi (Kehutanan Unila) berperan penting dalam membantu salah satu program pemerintah yaitu Perhutanan Sosial dengan mengembangkan potensi dan menyelesaikan permasalahan di Kawasan Hutan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok melalui kegiatan penelitian , penyuluhan dan pendampingan langsung pada masyarakat di seluruh desa di wilayah pengelolaan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok. 10-11 november 2018. Sebanyak 85 Mahasiswa bersama Dosen Kehutanan (Romy Qurniaty,S.Hut.,M.Si dan Duryat S.Hut., M.Si) Turun ke masyarakat memberikan penyuluhan mengenai pengembangan potensi dan penyelesaian permasalahan yang ada di masing masing desa di Kawasan Hutan yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan mulai dari Pembiakan Vegetatif Kopi menggunakan metode grafting.

Rancangan Pengembangan Wisata Air Terjun Way Kalam, Pemanfaatan Agen Trichoderma Sp Untuk Mengatasi Penyakit Busuk Akar Pada Cengkeh, Perbaikan Sanitasi Dengan Penerapan Ecotech Garden (EGA) Dalam Pengolahan Limbah Cair Rumah Tangga, Budidaya Lebah Madu Sebagai Produk Andalan, Peningkatan pengetahuan pentingnya menanam pohon sejak usia dini di SDN 2 Padan, Olahan produk Pisang sebagai alternatif penambah pendapatan masyarakat, Pemanfaatan Sampah sebagai salah satu cara menangani pencemaran lingkungan, Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk, budidaya tanaman obat keluarga dengan memanfaatkan lahan perkarangan rumah , Pengelolaan Limbah Botol Plastik Menjadi Produk Kerajinan Tangan, Pengenalan Program Bank Sampah Sebagai Solusi Manajemen Sampah, Selai Pisang Sehat dalam upaya diversitas pangan guna peningkatan nilai ekonomi produk dan pendapatan masyarakat , dan Pemanfaatan Gedebong Pisang Sebagai Alternatif Bahan Utama Pembuatan Pupuk Organik Cair Maupun Padat Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Lahan.

Sebanyak 7 LPHD (Lembaga Pengelolaan Hutan Desa) menjadi lokasi penyuluhan yang dilakukan selama 2 hari ini, Kegiatan yang dilakukan bukan berarti tidak menemui masalah, dengan niat ingin membantu masyarakat masalah-masalah yang ada dilapangan kami jadikan tantangan untuk memacu kami untuk lebih bersemangat. “ Tantangan penyuluhan ini menjadi moment kedekatan antara mahasiswa dengan masyarakat, karena ini seni nya dalam bermasyarakat” tutur Romy Qurniaty, S.Hut.,M.Si. Senada dengan Unila, Pimpinan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok yaitu bapak wahyudi merespon baik kegiatan kegiatan yang dilakukan mahasiswa kehutanan Universitas Lampung dan berharap salah satu dari mahasiswa dapat menggantikan posisi nya dikemudian hari. “Silahkan bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian dan pengadian masyarakat diwilayah Hutan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok seperti kegiatan penyuluhan kehutanan ini, kami siap untuk membantu adik-adik mahasiswa universitas Lampung” Jelas Wahyudi Kurniawan,S.Hut Kepala KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok . Kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan foto bersama antara Unila (Dosen dan Mahasiswa), Kepala KPH dan masyarakat,ini menjadi bukti nyata kehangatan kekeluargaan dikehutanan (Rudi Pramana).

  

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.