“2019 Asian English Olympic”

Saipul Anwar, Bangun Adi Wijaya dan Aulia Nur Intan Denada adalah 3 mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung yang beberapa waktu yang

Berita Magang Jurusan Kehutanan

Sebanyak 11 orang mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung mengikuti magang di beberapa lokasi seperti; KPH VII Way Waya Tangki Tebak, Resort

Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (Himasylva) bersama BKSDA SKW III Lampung, Bantu Korban Tsunami Selat Sunda di Pulau Sebesi Lampung Selatan

Mahasiswa yang berjumlah puluhan dari Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (HIMASYLVA) melakukan aksi turun ke jalan pada kegiatan menggalang dana dari warga Bandar

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Himaforesta Unja Paper Competition

Mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional pada akhir tahun 2018. Kali ini, mahasiswa Unila berhasil menjadi

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung melaksanakan Kegiatan Musyawarah Anggota Istimewa (MAI)

Musyawarah besar bagi suatu organisasi merupakan momen penting . Musyawarah besara dijadikan sebagai momentum untuk melaksanakan evaluasi kegiatan organisasi selama satu periode pengurusan

 

Category Archives: PENGUMUMAN

“2019 Asian English Olympic”

Saipul Anwar, Bangun Adi Wijaya dan Aulia Nur Intan Denada adalah 3 mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung yang beberapa waktu yang lalu mengikuti “2019 Asian English Olympic” di Universitas Bina Nusantara pada tanggal 11-15 Februari 2019. Mereka berangkat bersama tim English Society Unila dengan 9 orang lainnya pada tanggal 10 Februari 2019. Mereka dilepas keberangkatannya oleh senior English Society di Terminal Rajabasa. Sebelum keberangkatan, mereka habiskan liburan mereka di kampus untuk berlatih karena mereka percaya bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka usahanya pun harus maksimal. Kecuali Aulia yang baru bisa bergabung H-1 keberangkatan karena mengikuti KKN.

Asian English Olympic adalah olimpiade terkait skil-skil berbahasa Inggris tingkat Asia yang diadakan setiap tahun oleh Universitas Bina Nusantara. Tahun ini, AEO diikuti oleh lebih dari 600 pelajar yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Korea Selatan, China, Macau, Kyrgyztan dan negara Asia lainnya. Adapun cabang lomba yang diadakan AEO tahun ini adalah scrabble, speech, story telling, debate, news casting dan online competition (radio drama dan short story writing).

Saipul Anwar adalah peserta cabang lomba scrabble, Bangun Adi Wijaya adalah peserta cabang lomba speech sementara Aulia Nur Intan Denada adalah peserta cabang lomba story telling. Dari ketiga mahasiswa tersebut, Bangun Adi Wijaya dan Aulia Nur Intan Denada harus terhenti langkahnya di babak penyisihan (preliminary round), sementara Saipul Anwar berhasil melaju hingga semifinal setelah melewati babak penyisihan dengan cukup baik. Di babak simifinal, ia harus mengakui keunggulan lawannya dan gagal memperebutkan medali emas. Di babak perebutan medali perunggu ia mampu mengalahkan lawannya. Baginya ini adalah penghargaan terbaik yang pernah ia terima karena ini adalah event internasional pertama yang pernah ia ikuti. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan teman-teman yang telah mensupport dan mendo’akan mereka bertiga. Mereka mengaku masih memiliki banyak kekurangan, mereka masih ingin terus berlatih hingga bisa mengharumkan nama bangsa dan almamater tercinta hingga ke kancah yang lebih besar. Mereka juga mengaku bahwa kendala yang mereka hadapi adalah sulitnya mendapatkan bantuan dana dari pihak-pihak terkait. Mereka berharap bila ke depan masalah ini menjadi lebih mudah diselesaikan, sehingga focus mereka hanya tertuju pada persiapan lombanya saja sehingga hasilnya bisa lebih maksimal (Bangun, 2019).

  

Berita Magang Jurusan Kehutanan

Sebanyak 11 orang mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung mengikuti magang di beberapa lokasi seperti; KPH VII Way Waya Tangki Tebak, Resort Salabintana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, PT. Mutu Agung Lestari, Taman Nasional Kerinci Seblat, KPH Sukabumi PERHUTANI, Dinas Kehutanan Bangka Belitung, BPDHSL Way Seputih Way Sekampung, PT. Bukit Asam, Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, dan KPHL Batu Tegi.

Magang menjadi salah satu mata kuliah pilihan di jurusan kehutan mulai semester genap tahun ajaran 2018/2019. Mata kuliah magang ini akan dibuka setiap semester, hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa mahasiswa kehutanan agar memiliki pengalaman bekerja dan meningkatkan keahlian (skill) dalam bidang kehutanan. Harapan kedepannya lulusan kehutanan memiliki kesiapan dan daya saing bekerja di bidang kehutanan (Rusita).

  

Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (Himasylva) bersama BKSDA SKW III Lampung, Bantu Korban Tsunami Selat Sunda di Pulau Sebesi Lampung Selatan

Mahasiswa yang berjumlah puluhan dari Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (HIMASYLVA) melakukan aksi turun ke jalan pada kegiatan menggalang dana dari warga Bandar Lampung untuk meringankan para korban bencana tsunami Lampung Selatan. Aksi ini digelar pada Rabu (26/12/2018) siang hingga sore hari untuk mengumpulkan uang dari warga yang melintas dan berhenti sejenak di sejumlah perempatan lampu merah di tugu Adipura Kota Bandar Lampung dan beberapa titik di Bandar Lampung. Bermodal kardus bekas mie instan, mereka menghimbau warga peduli dengan nasib para korban bencana di Lampung Selatan yang mungkin saat ini sudah tidak memiliki harta benda lagi. Aji Mandala Putra, salah satu mahasiswa Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian Unila, yang menggalang dana di Tugu Adipura Bandar Lampung mengatakan, aksi ini dilaksanakan oleh himpunan mahasiswa kehutanan Unila. Mereka bersama-sama melakukan aksi menggalang dana untuk para korban bencana. “Kita mencari dana ini karena kita semua memiliki solidaritas sebagai sesama warga Indonesia. Juga sebagai sesama warga muslim,” ungkap ini di sela penggalangan dana.

Ada tujuh titik yang disasar oleh para mahasiswa. Pertimbangannya, titik-titik tersebut tergolong padat lalu lintasnya sehingga bisa menjaring banyak warga yang mungkin bersimpati dan mau menyumbangkan sebagian kecil dana untuk para korban bencana. Titik-titik tersebut antara lain adalah Bundaran Tugu Adipura, Lampu merah Way Halim, Ramayana Tanjung Karang, Jalan Pramuka, Pasar Untung, ‘’Giant’’ Kemiling dan Bataranila. Perwakilan mahasiswa dari HIMASYLVA dan Tim BKSDA SKW III Lampung diberangkatkan, Senin (31/12/2018), pagi. Sebanyak 10 relawan yang terjun pada kegiatan sosial tersebut terdiri dari 6 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (HIMASYLVA) dan 4 personil dari BKSDA SKW III Lampung akan diberangkatkan ke Pulau Sebesi guna memberi bantuan kepada para korban bencana tsunami yang telah menerjang daerah tersebut. HIMASYLVA berkerjasama dalam memberi bantuan yakni dengan BKSDA SKW III Lampung. Kerja sama ini untuk mewujudkan pengadaan bantuan berupa personel relawan dan akomodasi serta peralatan. Mereka menyatakan bahwa bantuan ini adalah wujud solidaritas sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dengan bantuan ini mereka berharap dapat membantu korban bencana Tsunami ini untuk bangkit kembali.

Rombongan yang menjadi relawan kemanusiaan akan dipimpin Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung , Aji Mandala Putra. Mereka ke lokasi bencana melalui jalur darat dan laut, pada perjalanan jalur darat ditempuh dengan menggunakan mobil milik BKSDA SKW III Lampung. Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Pulau Sebesi, Lampung Selatan pada jalur darat ditempuh ± 4 jam sedangakan untuk jalur laut ± 3 jam. Pak Amir Selaku koordinator BKSDA di Pulau Sebesi akan mengkondisikan Tim Relawan dari Mahasiswa HIMASYLVA dan Tim BKSDA untuk menyiapkan upaya penyaluran logistik sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Kunjungan langsung yang telah dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada tanggal 31 sampai 2 Januari di Pulau Sebesi, diperoleh informasi bahwa masyarakat pulau ini belum kembali dari pengungsian karena tidak ada tempat tinggal. Pulau Sebesi terdiri dari 4 Dusun dengan jumlah 2500 jiwa, 3 dari Dusun tersebut diantaranya mengalami kerusakan parah yaitu sebanyak 80 rumah dalam kondisi rata dengan tanah. Rumah yang mengalami keruskan tersebut dikarenakan jarak dengan bibir pantai sekitar 50-100 meter. Pulau sebesi sangat membutuhkan donasi baik moril dan materil. Relawan dari perwakilan Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (HIMASYLVA) dan gabungan dari Tim BKSDA SKW III Lampung melakukan berbagai kegiatan mulai dari menyaksikan pemasangan alat pendeteksi Tsunami yang dilakukan oleh BMKG yang sedang bertugas ditemani oleh personil TNI-AL dan beberapa media yang meliput hingga diskusi bersama yang dilakukan tim mahasiswa HIMASYLVA dan BKSDA SKW III Lampung kepada korban bencana. Salah satu mahasiswa yang ikut pada aksi sosial tersebut, Syarif Hidayat mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya meringankan kegelisahan dan kesedihan serta rasa takut yang dirasakan korban bencana Tsunami di Pulau Sebesi. “Dengan adanya kegiatan seperti ini meski masih ada rasa takut, gelisah, dan kesedihan yang terlihat diraut wajah korban setidaknya kegiatan ini bisa meringankan rasa tersebut,” ungkapnya. Lebih lanjut, Mahasiswa angkatan 2016 ini juga memberikan semangat kepada para korban. Sebab, masih banyak sekali orang yang masih peduli dengan mereka. “Kami memberikan semangat untuk mereka agar mampu menghilangkan semua rasa kekhawatirannya dan menyadarkan bahwa masih ada kita disini yang peduli dengan mereka”(Ezra).

  

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) Himaforesta Unja Paper Competition

Mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional pada akhir tahun 2018. Kali ini, mahasiswa Unila berhasil menjadi juara 1 dalam skala nasional setelah melaksanakan presentasi 5 besar karya terbaik. Presentasi LKTIN dilaksanakan pada hari selasa 18 Desember 2018 pukul 14.00 WIB secara teleconference. Perwakilan Fakultas Pertanian (Faperta) dalam kegiatan lomba ini terdiri dari 3 mahasiswa Faperta Unila, yaitu Dedi Riyanto (kehutanan), Dita Cahya Melati (kehutanan) dan Yogi Endi Hermawan (Teknologi Hasil Petanian) . Untuk menjuarai lomba LKTI, ketiga mahasiswa tersebut harus bersaing melawan 5 tim finalis yang terpilih untuk melaksanakan presentasi dari perguruan tinggi se-Indonesia.

Panitia LKTIN memberikan Opsi 4 (empat) tema karya tulis yaitu tentang silvikultur, perhutanan sosial, pengembangan produk hasil hutan bukan kayu (HHBK), dan tantangan ekowisata dikawasan konservasi. Menurut ketua tim Dedi Riyanto (Kehutanan 2015) dari empat tema yang diberikan yang menjadi hal penting dan baru dalam dunia kehutanan saat ini adalah pengembangan produk HHBK. Atas dasar itu akhirnya kami mengangkat tema pengembangan produk HHBK dengan judul karya tulis “Wedang Rimba (Pengembangan Produk HHBK Sebagai Pangan Fungsional”. Wedang rimba merupakan minuman fungsional berbasis hasil hutan bukan kayu yang telah diformulasikan hingga didapatkan kombinasi gula semut, daun kelor, kayu manis dan asam jawa. Wedang rimba disajikan secara instan dalam bentuk kemasan celup. Kegiatan pembuatan produk dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian. Ide ini ter inspirasi dari minuman instan celup.

Mahasiswa Jurusan Kehutanan tidak hanya menang lomba. Akan tetapi kemenangan yang diraih dapat membuktikan bahwa mahasiswa kehutanan faperta unila memiliki kreatifitas dan wawasan yang luas terkait dengan permasalahan dalam dunia Kehutanan saat ini. Menurut dosen pembimbing LKTI Wedang Rimba, Dr. Ir. Christine Wulandari, M. “ kegiatan lomba karya tulis semacam ini harus sering diikuti oleh mahasiswa, selain itu pembinaan pembuatan karya tulis harus dilakukan secara berkelanjutan dan memiliki target setiap tahunnya. Kedepan mahasiswa jurusan kehutanan diharapkan mampu untuk membuat target lomba yang harus diikuti setiap tahunnya”. Jelasnya (Dita Cahya Melati).

  

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung melaksanakan Kegiatan Musyawarah Anggota Istimewa (MAI)

Musyawarah besar bagi suatu organisasi merupakan momen penting . Musyawarah besara dijadikan sebagai momentum untuk melaksanakan evaluasi kegiatan organisasi selama satu periode pengurusan dan merupakan momentum untuk terbentuknya kepengurusan selanjutnya. Himpunan Mahasiswa jurusan kehutanan (Himasylva) Fakultas Pertanian Universitas Lampung mengadakan kegiatan Musyawarah Besar yang disebut dengan musyawarah Anggota Istimewa (MAI). Musyawarah Anggota Istimewa dilaksanakan untuk melaporkan hasil kinerja pengurusan 2016/2017 sekaligus memilih Ketua Himasylva periode 2018/2019. Kegiatan MAI dilaksanakan selama 2 hari, yaitu pada tanggal 21-22 Deseber 2018 diruang A1 Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Menurut ketua panitia pelaksana MAI Rafical Cahaya Utama, Tema musyawarah dalam kegiatan MAI adalah “Bersama Kita Sukseskan MAI yang Kritis dan Demokratis sebagai Langkah Awal Kembalinya Kejayaan Himasylva”.

Pelaksanaan MAI dimulai dengan acara pembukaan, yang dibuka langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni bapak Dr. Ir. Kuswanta Futas Hidayat, M.P. Pembukaan dihadiri oleh ketua jurusan Kehutanan Dr. Melya Riniarti, S.P.,M.Si dan para dosen kehutanan Unila.

Kegiatan MAI diikuti oleh seluruh mahasiswa kehutanan mulai dari angkatan 2013 s/d 2017. Jumlah peserta MAI yang hadir adalah 187 mahasiswa. Kegiatan ini akan berahir setelah pemilihan ketua Umum Himasylva periode 2018/2019. Sebagaimana yang disampaikan oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni, kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan Himasylva lebih baik lagi kedepan dan dapat menjadi wadah bagi mahasiswa yang ingin meningkatkan kapasitas diri (Elsa Indriyani).

  

Praktik Turun Lapang Jurusan Kehutanan Mata Kuliah Silvikultur di Hkm Rangai Sejahtera Register 17 KPH XIII Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok Lampung Selatan

Sabtu, 24 November 2018, Mahasiswa Jurusan Kehutanan melakukan kegiatan Praktikum lapangan untuk Mata Kuliah Silvikultur ke Hkm Rangai Sejahtera, register 17 KPH XIII G Way Pisang- Rajabasa-Batu Serampok Lampung Selatan. Praktikum ini diikuti oleh 78 mahasiswa terdiri dari angkatan 2017 dengan di dampingi 4 Asisten Dosen (Zulfikri, Hafid Azi Darma, Endah Susilowati, Ulfa Luthfiana) dan 2 Dosen (Dr. Melya Riniarti, S.P., M.Si dan Trio Santoso, S.Hut., M.Si.). Kegiatan praktikum Silvikultur ini sambut baik dari pihak KPH dan Hkm, Pihak KPH XIII Way Pisang-Rajabasa- Batu Serampok diwakili oleh Bapak Edi Husain dan Bapak Badarudin. Bapak Broto selaku tokoh masyarakat mewakili dari Hkm Rangai Sejahtra menyampaikan kepada praktikan mengenai sejarah singkat kawasan, menurut beliau kawasan hutan tersebut di dmulai ditanami dengan tanaman Pala (Myristica fragrans) sejak Tahun 1989, Penanaman Pala didorong oleh tanaman cengkeh yang mereka usahakan sebelumnya terkena serangan penyakit, sehingga masyarakat harus menganti tanamannya. Pala dipilih karena memiliki banyak fungsi, selain menghasilkan buah, juga merupakan tanaman yang mampu menahan erosi dan longsor, mengingat kondisi lereng yang sangat curam. Saat ini hasil yang didapat dari buah tanaman Pala (Myristica fragrans) sudah dimanfaatkan masyarakat, baik dijual dalam bentuk segar maupun dibuat sirup dan dodol pala, yang banyak mendapatkan fasilitas dari KPH XIII.

Setelah mendapat pembekalan singkat, mahasiswa langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamatan Agroforestri. Pengamatan yang dilakukan berupa komponen tanaman penyusun, pola, skala produksi, dan jenis agroforestri klasik/modern dengan melakukan Analisi Vegetasi dengan membuat plot 20x20m untuk fase pohon, plot 10x10m untuk fase tiang, plot 5x5m untuk fase pancang dan plot 2×2 untuk tumbuhan bawah dengan jumlah 3 plot untuk masing-masing kelompoknya.

Menurut Dr. Melya Riniarti, S.P., M.Si kegiatan praktikum ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa Jurusan Kehutanan Universitas Lampung. Dalam kegiatan ini mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh di perkuliahan dan mahasiswa juga dapat belajar bagaimana kondisi yang ada di dalam kawasan hutan baik dari komposisi tanaman, manfaat tanaman, dan bentuk pengurusan tanaman agar hutan tersebut secara ekologi mampu melaksanakan fungsinya sebagai hutan dan secara ekonomi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat (Hafid Azi Darma).

  

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung Jelaskan Hutan bisa Jadi Sumber Pendidikan dan Belajar bersosial Mahasiswa dengan masyarakat sekitar Hutan

Potensi KPHL Rajabasa yang sangat besar dengan mayoritas berhubungan langsung dengan masyarakat, hal ini mendorong Perguruan Tinggi (Kehutanan Unila) berperan penting dalam membantu salah satu program pemerintah yaitu Perhutanan Sosial dengan mengembangkan potensi dan menyelesaikan permasalahan di Kawasan Hutan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok melalui kegiatan penelitian , penyuluhan dan pendampingan langsung pada masyarakat di seluruh desa di wilayah pengelolaan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok. 10-11 november 2018. Sebanyak 85 Mahasiswa bersama Dosen Kehutanan (Romy Qurniaty,S.Hut.,M.Si dan Duryat S.Hut., M.Si) Turun ke masyarakat memberikan penyuluhan mengenai pengembangan potensi dan penyelesaian permasalahan yang ada di masing masing desa di Kawasan Hutan yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan mulai dari Pembiakan Vegetatif Kopi menggunakan metode grafting.

Rancangan Pengembangan Wisata Air Terjun Way Kalam, Pemanfaatan Agen Trichoderma Sp Untuk Mengatasi Penyakit Busuk Akar Pada Cengkeh, Perbaikan Sanitasi Dengan Penerapan Ecotech Garden (EGA) Dalam Pengolahan Limbah Cair Rumah Tangga, Budidaya Lebah Madu Sebagai Produk Andalan, Peningkatan pengetahuan pentingnya menanam pohon sejak usia dini di SDN 2 Padan, Olahan produk Pisang sebagai alternatif penambah pendapatan masyarakat, Pemanfaatan Sampah sebagai salah satu cara menangani pencemaran lingkungan, Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk, budidaya tanaman obat keluarga dengan memanfaatkan lahan perkarangan rumah , Pengelolaan Limbah Botol Plastik Menjadi Produk Kerajinan Tangan, Pengenalan Program Bank Sampah Sebagai Solusi Manajemen Sampah, Selai Pisang Sehat dalam upaya diversitas pangan guna peningkatan nilai ekonomi produk dan pendapatan masyarakat , dan Pemanfaatan Gedebong Pisang Sebagai Alternatif Bahan Utama Pembuatan Pupuk Organik Cair Maupun Padat Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Lahan.

Sebanyak 7 LPHD (Lembaga Pengelolaan Hutan Desa) menjadi lokasi penyuluhan yang dilakukan selama 2 hari ini, Kegiatan yang dilakukan bukan berarti tidak menemui masalah, dengan niat ingin membantu masyarakat masalah-masalah yang ada dilapangan kami jadikan tantangan untuk memacu kami untuk lebih bersemangat. “ Tantangan penyuluhan ini menjadi moment kedekatan antara mahasiswa dengan masyarakat, karena ini seni nya dalam bermasyarakat” tutur Romy Qurniaty, S.Hut.,M.Si. Senada dengan Unila, Pimpinan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok yaitu bapak wahyudi merespon baik kegiatan kegiatan yang dilakukan mahasiswa kehutanan Universitas Lampung dan berharap salah satu dari mahasiswa dapat menggantikan posisi nya dikemudian hari. “Silahkan bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian dan pengadian masyarakat diwilayah Hutan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok seperti kegiatan penyuluhan kehutanan ini, kami siap untuk membantu adik-adik mahasiswa universitas Lampung” Jelas Wahyudi Kurniawan,S.Hut Kepala KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok . Kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan foto bersama antara Unila (Dosen dan Mahasiswa), Kepala KPH dan masyarakat,ini menjadi bukti nyata kehangatan kekeluargaan dikehutanan (Rudi Pramana).

  

Perguruan Tinggi Unila Perkuat Program Perhutaan Sosial kepada LPHD (Lembaga Pengelolaan Hutan Desa) KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok

Kordinasi yang baik antara Perguruan Tinggi dengan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok adalah cerminan dari tujuan program perhutanan sosial ini yaitu memaksimalkan pengelolaan hutan agar membawa manfaat untuk lingkungan dan juga masyarakatnya. 10-11 november 2018, Sebanyak 85 Mahasiswa Unila turun ke masyarakat memberikan penyuluhan mengenai pengembangan potensi dan penyelesaian permasalahan yang ada di masing masing desa di Kawasan Hutan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutannya.

“Silahkan bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian dan pengadian pada masyarakat diwilayah Hutan KPH XIII G.Rajabasa untuk memperkuat kehutanan dilampung seperti kegiatan penyuluhan kehutanan yang dilakukan hari ini, kami siap untuk membantu adik-adik mahasiswa universitas Lampung” Jelas Wahyudi Kepala UPTD KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok. Selain itu,baik Perguruan Tinggi (Kehutanan Unila) maupun KPH berkomitmen untuk bersama sama memberikan bimbingan kepada pengelolaan hutan ditingkat tapak dan masyarakat secara langsung.

“Masyarakat merasakan hal positif dari kegiatan ini dan terbantu oleh adik-adik mahasiswa yang melakukan kegiatan didesa kami melalui informasi yang diberikan, dan harapan masyarakat penyuluhan yang diberikan tidak berhenti disini karena masyarakat secara jujur perlu pendampingan dari pihak perguruan tinggi Universitas Lampung” Tutur Hasbulloh KLPHD Desa Way Kalam. arapan ini menjadi pemacu mahasiswa dan Unila untuk secara periodik mendampingi kegiatan kegiatan Kelompok Tani Hutan seluruh desa dibawah pengelolaan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok, secara via media komunikasi ataupun secara langsung hadir ditengah tengah masyarakat (Rudi Pramana).

  

Kuliah Umum dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Pada Jumat, 2 November 2018, Jurusan Kehutanan kedatangan dosen tamu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bapak Prama Wirasena, S.Hut., M.PSc. M.Eng. Beliau menjadi dosen tamu dalam mata kuliah Silvikultur yang dihadiri oleh 78 mahasiswa.Bapak Seno Dalam kesempatan ini memaparkan tentang pemanfaatan tanaman dan satwa liar. Terutama rusa dan gaharu yang merupakan dua komoditi yang potensial untuk dikembangkan di Lampung. Menurut beliau, sudah ditemukan berbagai upaya untuk pengembangan kedua komoditi tersebut.

Beliau juga mendorong para mahasiswa untuk melalukan berbagai penelitian dan kajian untuk ikut serta mendukung dan mengembangkan kedua komoditi yang dapat menjadi unggulan Provinsi Lampung tersebut. Kegiatan kuliah umum ini diakhiri dengan diskusi. Para mahasiswa sangat antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada Bapak Seno. Kegiatan ini ditutup dengan pesan dari narasumber kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri menjadi rimbawan unggul menyambut era industri 4.0. (Dr. Melya Riniarti).

  

Launching Program Forum Ilmiah Mahasiswa (Filma)

Dalam rangka meningkatkan indeks prestrasi kuliah (ipk) mahasiswa dan meningkatkan jumlah mahasiswa lulus tepat waktu, Jurusan Kehutanan menyelenggarakan program Forum Ilmiah Mahasiswa (Filma).  Program ini memperbantukan senior sebagai mentor bagi mahasiswa baru untuk lebih meningkatkan prestasi akademik terutama pada mata kuliah umum dimana sebagian besar mahasiswa baru mengalami kendala dan nilai rendah untuk matakuliah tersebut.  Program filma Jurusan Kehutanan dibuka oleh Ketua Jurusan Kehutanan pada kamis 25 oktober 2018 dan juga dihadiri Sekretaris Jurusan, dosen Pembina Kemahasiswaan, para mentor (6 org mahasiswa angkatan 2017) yang memiliki ipk diatas 3.5 dan 75 orang mahasiswa baru angkatan 2018 (Duriat).

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.