Praktik Turun Lapang Jurusan Kehutanan Mata Kuliah Silvikultur di Hkm Rangai Sejahtera Register 17 KPH XIII Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok Lampung Selatan

Sabtu, 24 November 2018, Mahasiswa Jurusan Kehutanan melakukan kegiatan Praktikum lapangan untuk Mata Kuliah Silvikultur ke Hkm Rangai Sejahtera, register 17 KPH XIII

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung Jelaskan Hutan bisa Jadi Sumber Pendidikan dan Belajar bersosial Mahasiswa dengan masyarakat sekitar Hutan

Potensi KPHL Rajabasa yang sangat besar dengan mayoritas berhubungan langsung dengan masyarakat, hal ini mendorong Perguruan Tinggi (Kehutanan Unila) berperan penting dalam membantu

Perguruan Tinggi Unila Perkuat Program Perhutaan Sosial kepada LPHD (Lembaga Pengelolaan Hutan Desa) KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok

Kordinasi yang baik antara Perguruan Tinggi dengan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok adalah cerminan dari tujuan program perhutanan sosial ini yaitu memaksimalkan

Kuliah Umum dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Pada Jumat, 2 November 2018, Jurusan Kehutanan kedatangan dosen tamu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bapak Prama Wirasena, S.Hut., M.PSc. M.Eng.

Launching Program Forum Ilmiah Mahasiswa (Filma)

Dalam rangka meningkatkan indeks prestrasi kuliah (ipk) mahasiswa dan meningkatkan jumlah mahasiswa lulus tepat waktu, Jurusan Kehutanan menyelenggarakan program Forum Ilmiah Mahasiswa (Filma). 

 

Category Archives: PENGUMUMAN

Praktik Turun Lapang Jurusan Kehutanan Mata Kuliah Silvikultur di Hkm Rangai Sejahtera Register 17 KPH XIII Gunung Rajabasa-Way Pisang-Batu Serampok Lampung Selatan

Sabtu, 24 November 2018, Mahasiswa Jurusan Kehutanan melakukan kegiatan Praktikum lapangan untuk Mata Kuliah Silvikultur ke Hkm Rangai Sejahtera, register 17 KPH XIII G Way Pisang- Rajabasa-Batu Serampok Lampung Selatan. Praktikum ini diikuti oleh 78 mahasiswa terdiri dari angkatan 2017 dengan di dampingi 4 Asisten Dosen (Zulfikri, Hafid Azi Darma, Endah Susilowati, Ulfa Luthfiana) dan 2 Dosen (Dr. Melya Riniarti, S.P., M.Si dan Trio Santoso, S.Hut., M.Si.). Kegiatan praktikum Silvikultur ini sambut baik dari pihak KPH dan Hkm, Pihak KPH XIII Way Pisang-Rajabasa- Batu Serampok diwakili oleh Bapak Edi Husain dan Bapak Badarudin. Bapak Broto selaku tokoh masyarakat mewakili dari Hkm Rangai Sejahtra menyampaikan kepada praktikan mengenai sejarah singkat kawasan, menurut beliau kawasan hutan tersebut di dmulai ditanami dengan tanaman Pala (Myristica fragrans) sejak Tahun 1989, Penanaman Pala didorong oleh tanaman cengkeh yang mereka usahakan sebelumnya terkena serangan penyakit, sehingga masyarakat harus menganti tanamannya. Pala dipilih karena memiliki banyak fungsi, selain menghasilkan buah, juga merupakan tanaman yang mampu menahan erosi dan longsor, mengingat kondisi lereng yang sangat curam. Saat ini hasil yang didapat dari buah tanaman Pala (Myristica fragrans) sudah dimanfaatkan masyarakat, baik dijual dalam bentuk segar maupun dibuat sirup dan dodol pala, yang banyak mendapatkan fasilitas dari KPH XIII.

Setelah mendapat pembekalan singkat, mahasiswa langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamatan Agroforestri. Pengamatan yang dilakukan berupa komponen tanaman penyusun, pola, skala produksi, dan jenis agroforestri klasik/modern dengan melakukan Analisi Vegetasi dengan membuat plot 20x20m untuk fase pohon, plot 10x10m untuk fase tiang, plot 5x5m untuk fase pancang dan plot 2×2 untuk tumbuhan bawah dengan jumlah 3 plot untuk masing-masing kelompoknya.

Menurut Dr. Melya Riniarti, S.P., M.Si kegiatan praktikum ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa Jurusan Kehutanan Universitas Lampung. Dalam kegiatan ini mahasiswa dapat mengaplikasikan teori yang diperoleh di perkuliahan dan mahasiswa juga dapat belajar bagaimana kondisi yang ada di dalam kawasan hutan baik dari komposisi tanaman, manfaat tanaman, dan bentuk pengurusan tanaman agar hutan tersebut secara ekologi mampu melaksanakan fungsinya sebagai hutan dan secara ekonomi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat (Hafid Azi Darma).

  

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung Jelaskan Hutan bisa Jadi Sumber Pendidikan dan Belajar bersosial Mahasiswa dengan masyarakat sekitar Hutan

Potensi KPHL Rajabasa yang sangat besar dengan mayoritas berhubungan langsung dengan masyarakat, hal ini mendorong Perguruan Tinggi (Kehutanan Unila) berperan penting dalam membantu salah satu program pemerintah yaitu Perhutanan Sosial dengan mengembangkan potensi dan menyelesaikan permasalahan di Kawasan Hutan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok melalui kegiatan penelitian , penyuluhan dan pendampingan langsung pada masyarakat di seluruh desa di wilayah pengelolaan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok. 10-11 november 2018. Sebanyak 85 Mahasiswa bersama Dosen Kehutanan (Romy Qurniaty,S.Hut.,M.Si dan Duryat S.Hut., M.Si) Turun ke masyarakat memberikan penyuluhan mengenai pengembangan potensi dan penyelesaian permasalahan yang ada di masing masing desa di Kawasan Hutan yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan mulai dari Pembiakan Vegetatif Kopi menggunakan metode grafting.

Rancangan Pengembangan Wisata Air Terjun Way Kalam, Pemanfaatan Agen Trichoderma Sp Untuk Mengatasi Penyakit Busuk Akar Pada Cengkeh, Perbaikan Sanitasi Dengan Penerapan Ecotech Garden (EGA) Dalam Pengolahan Limbah Cair Rumah Tangga, Budidaya Lebah Madu Sebagai Produk Andalan, Peningkatan pengetahuan pentingnya menanam pohon sejak usia dini di SDN 2 Padan, Olahan produk Pisang sebagai alternatif penambah pendapatan masyarakat, Pemanfaatan Sampah sebagai salah satu cara menangani pencemaran lingkungan, Pengolahan Limbah Kulit Kakao Menjadi Pupuk, budidaya tanaman obat keluarga dengan memanfaatkan lahan perkarangan rumah , Pengelolaan Limbah Botol Plastik Menjadi Produk Kerajinan Tangan, Pengenalan Program Bank Sampah Sebagai Solusi Manajemen Sampah, Selai Pisang Sehat dalam upaya diversitas pangan guna peningkatan nilai ekonomi produk dan pendapatan masyarakat , dan Pemanfaatan Gedebong Pisang Sebagai Alternatif Bahan Utama Pembuatan Pupuk Organik Cair Maupun Padat Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Lahan.

Sebanyak 7 LPHD (Lembaga Pengelolaan Hutan Desa) menjadi lokasi penyuluhan yang dilakukan selama 2 hari ini, Kegiatan yang dilakukan bukan berarti tidak menemui masalah, dengan niat ingin membantu masyarakat masalah-masalah yang ada dilapangan kami jadikan tantangan untuk memacu kami untuk lebih bersemangat. “ Tantangan penyuluhan ini menjadi moment kedekatan antara mahasiswa dengan masyarakat, karena ini seni nya dalam bermasyarakat” tutur Romy Qurniaty, S.Hut.,M.Si. Senada dengan Unila, Pimpinan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok yaitu bapak wahyudi merespon baik kegiatan kegiatan yang dilakukan mahasiswa kehutanan Universitas Lampung dan berharap salah satu dari mahasiswa dapat menggantikan posisi nya dikemudian hari. “Silahkan bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian dan pengadian masyarakat diwilayah Hutan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok seperti kegiatan penyuluhan kehutanan ini, kami siap untuk membantu adik-adik mahasiswa universitas Lampung” Jelas Wahyudi Kurniawan,S.Hut Kepala KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok . Kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan foto bersama antara Unila (Dosen dan Mahasiswa), Kepala KPH dan masyarakat,ini menjadi bukti nyata kehangatan kekeluargaan dikehutanan (Rudi Pramana).

  

Perguruan Tinggi Unila Perkuat Program Perhutaan Sosial kepada LPHD (Lembaga Pengelolaan Hutan Desa) KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok

Kordinasi yang baik antara Perguruan Tinggi dengan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok adalah cerminan dari tujuan program perhutanan sosial ini yaitu memaksimalkan pengelolaan hutan agar membawa manfaat untuk lingkungan dan juga masyarakatnya. 10-11 november 2018, Sebanyak 85 Mahasiswa Unila turun ke masyarakat memberikan penyuluhan mengenai pengembangan potensi dan penyelesaian permasalahan yang ada di masing masing desa di Kawasan Hutan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutannya.

“Silahkan bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian dan pengadian pada masyarakat diwilayah Hutan KPH XIII G.Rajabasa untuk memperkuat kehutanan dilampung seperti kegiatan penyuluhan kehutanan yang dilakukan hari ini, kami siap untuk membantu adik-adik mahasiswa universitas Lampung” Jelas Wahyudi Kepala UPTD KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok. Selain itu,baik Perguruan Tinggi (Kehutanan Unila) maupun KPH berkomitmen untuk bersama sama memberikan bimbingan kepada pengelolaan hutan ditingkat tapak dan masyarakat secara langsung.

“Masyarakat merasakan hal positif dari kegiatan ini dan terbantu oleh adik-adik mahasiswa yang melakukan kegiatan didesa kami melalui informasi yang diberikan, dan harapan masyarakat penyuluhan yang diberikan tidak berhenti disini karena masyarakat secara jujur perlu pendampingan dari pihak perguruan tinggi Universitas Lampung” Tutur Hasbulloh KLPHD Desa Way Kalam. arapan ini menjadi pemacu mahasiswa dan Unila untuk secara periodik mendampingi kegiatan kegiatan Kelompok Tani Hutan seluruh desa dibawah pengelolaan KPH XIII G.Rajabasa- Way Pisang-Batu Serampok, secara via media komunikasi ataupun secara langsung hadir ditengah tengah masyarakat (Rudi Pramana).

  

Kuliah Umum dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Pada Jumat, 2 November 2018, Jurusan Kehutanan kedatangan dosen tamu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Bapak Prama Wirasena, S.Hut., M.PSc. M.Eng. Beliau menjadi dosen tamu dalam mata kuliah Silvikultur yang dihadiri oleh 78 mahasiswa.Bapak Seno Dalam kesempatan ini memaparkan tentang pemanfaatan tanaman dan satwa liar. Terutama rusa dan gaharu yang merupakan dua komoditi yang potensial untuk dikembangkan di Lampung. Menurut beliau, sudah ditemukan berbagai upaya untuk pengembangan kedua komoditi tersebut.

Beliau juga mendorong para mahasiswa untuk melalukan berbagai penelitian dan kajian untuk ikut serta mendukung dan mengembangkan kedua komoditi yang dapat menjadi unggulan Provinsi Lampung tersebut. Kegiatan kuliah umum ini diakhiri dengan diskusi. Para mahasiswa sangat antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan kepada Bapak Seno. Kegiatan ini ditutup dengan pesan dari narasumber kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri menjadi rimbawan unggul menyambut era industri 4.0. (Dr. Melya Riniarti).

  

Launching Program Forum Ilmiah Mahasiswa (Filma)

Dalam rangka meningkatkan indeks prestrasi kuliah (ipk) mahasiswa dan meningkatkan jumlah mahasiswa lulus tepat waktu, Jurusan Kehutanan menyelenggarakan program Forum Ilmiah Mahasiswa (Filma).  Program ini memperbantukan senior sebagai mentor bagi mahasiswa baru untuk lebih meningkatkan prestasi akademik terutama pada mata kuliah umum dimana sebagian besar mahasiswa baru mengalami kendala dan nilai rendah untuk matakuliah tersebut.  Program filma Jurusan Kehutanan dibuka oleh Ketua Jurusan Kehutanan pada kamis 25 oktober 2018 dan juga dihadiri Sekretaris Jurusan, dosen Pembina Kemahasiswaan, para mentor (6 org mahasiswa angkatan 2017) yang memiliki ipk diatas 3.5 dan 75 orang mahasiswa baru angkatan 2018 (Duriat).

Lahirnya Rusa Timor (Cervus timorensis) di Penangkaran Rusa Universitas Lampung

Universitas Lampung dipercaya menjadi tempat penangkaran sementara Rusa Timor (Cervus timorensis) dan Rusa Sambar (Cervus unicolor) sebelum dilepas liarkan kembali ke habitatnya. Jumlah Rusa Timor (Cervus timorensis) yang ada di penangkaran Unila sebelumnya 9 ekor terdiri dari 5 (lima) jantan dan 4 (empat) betina, sedangkan Rusa Sambar (Cervus unicolor) berjumlah 6 (enam) ekor terdiri atas 2 (dua) jantan dan 4(empat) betina.

Senin 22 oktober 2018 pukul 10.15 WIB, Rusa Timor (Cervus timorensis) resmi bertambah 1 (satu) ekor, dengan jenis kelamin betina. Menurut Pak Tikno sebagai orang yang mengurus rusa, indukan tersebut baru pertama kali melahirkan. Proses kelahirnya berlangsung ± 30 menit. Setelah melahirkan, sang induk betina menjilati anaknya, tak lama kemudian indukan jantan membantu anak rusa tersebut untuk belajar berdiri menggunakan ranggahnya. Hal tersebut dilakukan terus-menerus, namun anakan rusa tersebut tidak mampu untuk berdiri, sehingga pejantan tersebut menusuk bagia perut anakan menggunakan ranggahnya hingga anak rusa tersebut mati. Menurut Dr. Ir. Gunardi Djoko Winarno, M.Si. (Dosen kehutanan) hal tersebut terjadi karena anakan tersebut bukan hasil dari perkawinan sang jantan sebagai raja, atau anakan tersebut dianggap lemah dan membahayakan bagi kelompoknya. Dalam ilmu pengetahuan sifat ini disebut infanticide yaitu sifat alami untuk membunuh anakan. Hal ini tidak hanya terjadi pada rusa saja melainkan juga ada pada sifat alami monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dan harimau (Pantheratigris).

Menurut PP no 7 tahun 1999 tentang “Pengawetan jenis tumbuhan dan satwa” Rusa Timor (Cervus timorensis) dan Rusa Sambar (Cervus unicolor) masuk kedalam satwa yang harus dilestarikan dan dilindungi. Menurut IUCN (International Union for Conservation of Nature) Rusa Timor dan Rusa Sambar masuk kedalam kategori Resiko Rendah. Lahirnya Rusa Timor (Cervus timorensis) merupakan wujud bentuk positif Unila terhadap upaya konservasi yang dilakukan dengan perkembangbiakannya (Hafid A.D dan Ida L).

  

Turun Lapang Praktikum Matakuliah Ekologi Hutan

Sabtu 13 Oktober 2018, Sebanyak 75 orang mahasiswa beserta dosen (Pak Indriyanto, Ibu Machya Kartika Tsani, dan Ibu Sunaryanti) Kehutanan Universitas Lampung angkatan 2017 siap menggadakan turun lapang untuk matakuliah Ekologi Hutan yang Diselenggarakan di kawasan KPH Talang Mulya, desa Batu Menyan kecamatan Way Sabu Kabupaten Pesawaran. Raptors (sebutan untuk Kehutanan Universitas Lampung angkatan 2017) memulai perjalanan tepat pukul 07:00 WIB, bersama do’a keselamatan. Perjalanan ditempuh menggunakan sepeda motor sejauh 22 km dari pusat kota Bandar Lampung dengan lama perjalanan kurang lebih satu jam.

Setelah berada pada kelompoknya masing-masing, praktikum langsung dimulai. Tiap kelompok didampingi oleh seorang petani pengelola kawasan tersebut, yang bertugas sebagai petunjuk arah serta pakar identifikasi tetumbuhan dan hewan-hewan yang ada di KPH Talang Mulya tersebut. Terdapat tiga agenda praktikum, yaitu 1) Praktikum pengamatan komponen ekosistem hutan; 2) Praktikum respon tumbuhan terhadap hubungan persaingan dan ketergantungan; 3) Praktikum dinamika komunitas tumbuhan. Praktikum dilaksanakan dengan membuat plot dan mendata berbagai jenis keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Untuk praktikum judul pertama dan kedua, dibuat plot seluas 20 x 20 m2 dan plot tersarang (dipasang didalam plot yang besar) seluas 2 x 2 m2, untuk praktikum judul ketiga dibuat plot seluas 40 x 25 m2 dan plot tersarang dengan luas 2 x 2 m2 sebanyak 6 plot. Kemudian, dilakukan pencatatan beragam spesies hewan dan tumbuhan, sesuai judul masing-masing praktikum.

Praktikum dilakukan di dalam KPH Talang Mulya, yang di dalamnya diselengarakan sisitem agroforestri. Sistem agroforestri menggabungkan tanaman kehutanan dengan tanaman pertanian di dalam kawasan hutan. Terlihat sangat jelas, pada KPH Talang Mulya tanaman pertanian seperti aren, kopi, dan kakao ditanam berdampingan dengan tanaman kehutanan seperti pohon sonokeling, pohon Durian, pohon karet dan lainya. Namun seperti “biasa”, tetap saja tanaman kakao lebih mendominasi dibanding yang lainya (Bangun A. Wijaya).

  

Tingkatkan Hardskill, Mahasiswa Kehutanan Unila Ikuti Pelatihan Statistika Ekologi

Bandar lampung-Mahasiswa Jurusan Kehutanan Universisitas Lampung yang tergabung dalam komunitas pemerhati konservasi burung Birdpacker-Warriors yaitu Abdul Rouf, Rizky Novia, M. Sarpin, Rudi, Anggun, dan Dita mengikuti Pelatihan Dasar-dasar Penggunaan Bahasa Pemrograman R untuk Analisis Statistik dalam Penelitian Ekologi yang diselenggarakan oleh Kelompok Pemerhati Avifauna (KPA) Cairina. Bahasa Pemrograman R merupakan sebuah bahasa dan lingkungan pemrograman yang dapat digunakan untuk pengolahan data, analisis data, visualisasi data, dan sebagainya. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa mahasiswa dari Jurusan Biologi dan Kehutanan yang dilaksanakan di Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lampung (13-14/10). Kegiatan pelatihan ini dihadirkan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dalam penggunaan bahasa pemrograman R dan analisis data khususnya di bidang Ekologi.

Berdasarkan penjelasan Harnes Abrini dalam sambutannya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan Bahasa Pemrograman R kepada mahasiswa dalam pengolahan data lapangan. “Penggunaan R akhir-akhir ini meningkat pesat di bidang ekologi dan konservasi biodiversitas, terutama untuk tujuan analisis data karena beberapa kelebihan yang membuatnya unggul dibandingkan perangkat lunak statistik popular. Kegiatan pelatihan ini ditujukan kepada mahasiswa yang sedang dan akan melakukan penelitian, karena untuk membantu dalam pengolahan dan analisis data. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill mahasiswa dalam era globalisasi saat ini dalam bidang ekologi dan konservasi.” Jelas ketua pelaksana kegiatan.

Menurut keterangan salah satu peserta pelatihan, Dita Cahya Melati (Kehutanan 2016) mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan dasar Bahasa Pemrograman R ini dapat memberikan ilmu baru dalam pengolahan data atau pengaplikasian ilmu statistik di bidang Ekologi. “Bahasa Pemrograman R ini dapat membantu mahasiswa dalam pengolahan dan analisis data penelitian dengan dengan cara yang tidak terlalu rumit. Saya juga berharap semoga kegitan seperti ini dapat dilaksanakan kembali agar seluruh mahasiswa dapat menggunakan Bahasa Pemrograman R dalam pengolahan dan analisis data penelitian.” Ujarnya. (Rouf Kholil).

  

Kuliah Umum oleh KKPH Batutegi

Sabtu, 29 September 2018, Jurusan Kehutanan bekerja sama dengan KPH Batutegi mengadakan kuliah umum tentang “Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat di KPH Batutegi”. Kuliah ini disampaikan langsung oleh Kepala KPH Batutegi Bapak Ir. Yanyan Ruchyansyah, M.Si.

Acara yang dibuka oleh Dekan Fakultas Pertanian Prof. Dr. Irwan Sukri Banuwa dilaksanakan di Gedung Dekanat Fakultas Pertanian dan dihadiri oleh lebih dari 170 mahasiswa Jurusan Kehutanan dari berbagai angkatan. Pada kesempatan ini KKPH Batutegi menyampaikan kondisi KPH Batutegi saat ini, kendala yang dialami, dan upaya upaya perbaikan yang dilakukan dalam pengelolaan hutan di sana. KPH Batutegi menyajikan potensi potensi Hasil Hutan Bukan Kayu dan jasa lingkungan sebagai kekayaan alam yang dimiliki. Pengelolaan secara partisipatif masyarakat merupakan bentuk pengelolaan yang paling baik yang saat ini dapat diterapkan disana.

Kuliah umum ditutup dengan diskusi dengan mahasiswa. Mahasiswa Jurusan Kehutanan menyatakan kesediaannya untuk ikut berpartisipasi dalam mengelola KPH Batutegi untuk mendukung pembangunan kehutanan di Provinsi Lampung (Dr. Melya Riniarti).

  

Kongres dan Seminar Nasional KOMHINDO, 19 September 2018 di Medan

Pada tanggal 19 September 2018 7 orang staf pengajar Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang terdiri dari: Christine Wulandari, Rommy Qurniaty, Susni Herwanti, Hari Kaskoyo, Indra Gumay Febryano, Rahmat Safe’i dan Gunardi mengikuti kegiatan Kongres dan Seminar Nasional ke-4 Komunitas Manajemen Hutan Indonesia (KOMHINDO) 2018 di Hotel Grandhika Setiabudi, Medan. Adapun tema seminar nasional adalah ” Sinergi KPH dan Perhutanan Sosial dalam Upaya Mendukung Keberhasilan Pengelolaan Hutan Lestari”. Acara kongres dan seminar nasional ini dibuka oleh Wakil Rektor 3 Universitas Sumatera Utara (USU) dan dihadiri Dekan Fahutan USU, para akademisi dari berbagai universitas di Indonesia seperti, Universitas Hasanudin, Institut Pertanian Bogor, Universitas Nusa Bangsa Bogor, Instiper Yogyakarta, Universitas Tadulako, Universitas Jambi, Universitas Lampung, Universitas Sumatera Utara dan berbagai instansi kehutanan di Sumatera Utara.

Dalam Seminar Nasional tersebut, Dr. Christine Wulandari dengan judul papernya “ Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan dalam Pelaksanaan Program Perhutanan Sosial oleh Mitra” berhasil mendapatkan predikat Best Presenter I dan Dr. Gunardi berhasil mendapatkan predikat Peserta Ter-Favorit III.

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.