85 Orang Mahasiswa Jurusan Kehutanan melaksanakan kegiatan Praktek Umum di Kampus Lapangan Getas, UGM, Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah

Pada tanggal 1 sampai dengan 20 Agustus 2019, sebanyak 85 orang mahasiswa Jurusan Kehutanan melaksanakan kegiatan Praktek Umum di kampus Lapangan getas, UGM,

Untuk Mengasah Kompetensi, 15 Mahasiswa Jurusan Kehutanan Mengikuti Magang

Magang merupakan mata kuliah yang disajikan pada kurikulum baru 2017 jurusan kehutanan yang dibuka setiap semester. Hal ini merupakan salah satu inovasi yang

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung kembali Torehkan Prestasi “Double Runner-up in Two Weeks”

Saipul Anwar mahasiswa kehutanan Universitas Lampung angkatan 2017 kembali menorehkan prestasi di ajang English Competition pada cabang Scrabble tingkat nasional. Tak tanggung-tanggung, mahasiswa

Jurusan Kehutanan Universitas Lampung Meraih Akreditasi “A” dari BANPT.

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, Jurusan Kehutanan Universitas Lampung menyampaikan terimakasih kepada Rektor, dekan, para wakil dekan, LP3M, para stakeholder di lingkungan kehutanan Provinsi

SOP Jurusan Kehutanan FP Unila

SOP Jurusan Kehutanan FP Unila secara rinci pada dapat dilihat pada page “Profil” Laman Web ini:  

 

85 Orang Mahasiswa Jurusan Kehutanan melaksanakan kegiatan Praktek Umum di Kampus Lapangan Getas, UGM, Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah

Pada tanggal 1 sampai dengan 20 Agustus 2019, sebanyak 85 orang mahasiswa Jurusan Kehutanan melaksanakan kegiatan Praktek Umum di kampus Lapangan getas, UGM, Kabupaten Blora Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan PU ini dilaksanakan dalam rangka mengaplikasikan teori yang diperoleh selama kuliah dalam kehidupan nyata sehingga mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman dan ketrampilan operasional sebagai seorang rimbawan. Kegiatan PU ini dimulai dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh mahasiswa Unila, mahasiswa Universitas Bengkulu, Co ass dan dosen. Dalam acara ini pihak kampus Unila yang diwakili oleh dosen jurusan kehutanan, Ibu Susni Herwanti, S.Hut., M.Si memberikan sambutan sekaligus menyerahkan mahasiswa Unila untuk belajar selama 20 hari kepada pihak kampus lapangan Getas UGM.

Pihak kampus Lapangan Getas yang diwakili oleh Bapak Dr. Sigit Sunarta dalam sambutannya menerima kegiatan ini dengan baik dan berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut dan dapat ditingkatkan karena PU yang dilakukan di kampus Getas merupakan kegiatan yang baru pertama kalinya diikuti oleh mahasiswa dari jurusan kehutanan Unila. Pihak kampus Getas berharap semua mahasiswa dapat mengikuti kegiatan PU dengan penuh semangat dan mematuhi seluruh tata tertib yang berlaku di Kampus Getas. Selanjutnya, pada tanggal 10 Agustus 2019, dosen Jurusan Kehutanan yang diwakili oleh Dr. Gunardi Djoko Winarno melaksanakan kegiatan Monev PU. Kegiatan monev berjalan dengan lancar dan pada saat monev mahasiswa mengikuti kegiatan PU dengan baik.

Pada tanggal 20 Agustus, kegiatan PU ditutup oleh pihak pengelola kampus Lapangan Getas, yaitu Bapak Bowo Dwi Siswoko, S.Hut. MA. Dalam sambutannya, pihak kampus Getas menyatakan bahwa mahasiswa Unila mengikuti semua kegiatan PU dengan sangat baik dan mampu bersaing dengan mahasiswa dari universitas lain yang pernah mengikuti PU di kampus Getas tersebut. Selanjutnya, dalam acara penutupan tersebut, pihak Unila yang diwakili oleh Bapak Duryat, S.Hut., M.Si. mengucapkan terima kasih kepada pihak UBM atas penerimaannya sebagai lokasi pelaksanaan PU tahun 2019 dan semoga ke depannya pelaksanaan PU dapat berjalan dengan lebih baik lagi (Susni Herwanti 2019).

  

Untuk Mengasah Kompetensi, 15 Mahasiswa Jurusan Kehutanan Mengikuti Magang

Magang merupakan mata kuliah yang disajikan pada kurikulum baru 2017 jurusan kehutanan yang dibuka setiap semester. Hal ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan oleh jurusan kehutanan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang kehutanan pada level sarjana. Menurut Dr. Melya Riniarti sebagai Kajur Kehutanan mengatakan bahwa magang adalah instrumen pendidikan dan pengajaran yang sangat penting karena akan melatih intusi dan skill mahasiswa dalam pengambilan keputusan. Selain itu, pelaksanaan magang juga salah satu bentuk komitmen jurusan kehutanan dalam melaksanakan hasil lokakarya kurikulum tahun 2017 silam yang dihadiri oleh stake holder terkait seperti instansi pemerintah yang relevan baik tingkat provinsi, daerah maupun pusat, instansi pengguna lulusan (user), alumni dan beberapa lembaga swadaya masyarakat atau NGO.

Magang pada semester ini diikuti oleh 15 mahasiswa angkatan 2017 yang terdistribusi pada berbagai instansi/lembaga di Provinsi Lampung, Bogor dan Yogyakarta. Instansi tersebut adalah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung (BPDASHL WSS), Balai Pemantauan Pemanfaatan Hutan Produksi (BPPHP), KPH Yogyakarta, Pusat Latihan Gajah (PLG) dan Rhino Protection Unit Taman Nasional Way Kambas (TNWK), KPH Unit XIII Raja Basa-Way Pisang-Batu Serampok, KPH Unit I Pesisir Barat, KPHL Batu Tegi, KPH Unit II Liwa, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Desa Wisata Nglanggeran, KPHL Gunung Balak, KPH Unit XI Pesawaran dan Southeast Asian Regional Centre for Tropical Biology (SEAMEO BIOTROP, 2019).

 BIOTROP : Penanaman benih rumput Brachiaria decumbens dalam green house (kiri), Desa Wisata Nglanggeran : Menjadi Asisten Tour Guide Wisatawan mancanegara (kanan).

RPU-TNWK : Persiapan Patroli Preventif (kiri), KPH Unit XI Pesawaran : Verifikasi KTH dan KWT Desa Bayas Jaya Bersama CCCD.

                            

Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung kembali Torehkan Prestasi “Double Runner-up in Two Weeks”

Saipul Anwar mahasiswa kehutanan Universitas Lampung angkatan 2017 kembali menorehkan prestasi di ajang English Competition pada cabang Scrabble tingkat nasional. Tak tanggung-tanggung, mahasiswa yang biasa disapa Bang Ipul ini menyabet dua gelar runner up (juara 2) di ajang yang berbeda dalam kurun waktu 2 minggu.

Bersama 2 teman lainnya yaitu Sunardi dan Muhammad Rezal Fahlevi yang sama-sama berasal dari Universitas Lampung, Saipul bertolak ke Jakarta pada Senin malam (1/7) dan langsung berlaga pada Selasa pagi (2/7) di cabang lomba Scrabble dalam ajang The 2019 English Event, Universitas Mercu Buana, Jakarta. “Sengaja memang, kami berangkat Senin malam dan memperkirakan sampai di Jakarta saat subuh untuk menghemat biaya tinggal di sana, ternyata kami sampai di sana kira-kira pukul 3 dini hari, kami belum menyewa tempat penginapan dan akhirnya kami tidur di masjid hingga subuh” tutur Saipul. Mereka berlomba di sana selama dua hari (2-3 Juli 2019) menghadapi lawan yang berasal dari beberapa universitas di Indonesia. Setimpal dengan usaha dan perjuangannya, mereka berhasil menempati podium 1, 2 dan 3. Posisi ketiga ditempati M. Rezal Fahlevi, posisi kedua ditempati Saipul Anwar, dan peringkat pertama direbut oleh senior mereka berdua yaitu Sunardi. Mereka berhasil mengharumkan nama Universitas Lampung di sana.

Tidak selesai di situ, Saipul kembali mengikuti cabang perlombaan yang sama di ajang EEC (Economic English Club) In Action XVIII National English Competition 2019 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung pada tanggal 9-11 Juli 2019. Kali ini persaingannya jauh lebih ketat, kesempatan untuk meraih podium bisa dibilang sangat kecil melihat pesertanya adalah para seniornya sesama scrabble player dari English Society Universitas Lampung dan banyak kawakan scrabble player lainnya dari instansi lain. Berbekal pengalaman dan ketenangan di round final, dia berhasil menduduki posisi runner-up (juara 2) yang dia sendiri tidak menduga bisa mendapatkannya. Dengan ini dia mengucapkan banyak terima kasih kepada kedua orang tua terutama ibu serta keluarga yang tidak berhenti memberikan dukungan dan doanya, English Club Risaka yang memperkenalkan scrabble kepadanya, English Society Universitas Lampung yang menjadi tempat untuk terus mengembangkan kemampuannya, dan semua instansi atau orang yang membantu baik finansial, dukungan ataupun doanya (Dr. Mely Riniarti, 2019).

                            

Jurusan Kehutanan Universitas Lampung Meraih Akreditasi “A” dari BANPT.

Dengan mengucapkan syukur Alhamdulillah, Jurusan Kehutanan Universitas Lampung menyampaikan terimakasih kepada Rektor, dekan, para wakil dekan, LP3M, para stakeholder di lingkungan kehutanan Provinsi Lampung, alumni, dan segenap civitas akademika jurusan kehutanan Unila.

Atas bantuan dan dukungan nya sehingga PS S1 Kehutanan Universitas Lampung dapat meraih akreditasi “A” dari BANPT. semoga keberhasilan ini akan semakin mendukung visi Unila sebagai 10 terbaik di Indonesia pada 2025. “Salam Rimbawan”.

File Sertifikat Akreditasi Jurusan Kehutanan Unila 2019

SOP Jurusan Kehutanan FP Unila

SOP Jurusan Kehutanan FP Unila secara rinci pada dapat dilihat pada page “Profil” Laman Web ini:

 

Kompetisi WWF ID Panda Inovatif Challenge 2019 Rancang Bangun Alat Mitigasi Konflik Gajah dan Manusia

Jakarta 9-10 Mei 2019 Mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional pada tahun 2019. Kali ini, mahasiswa Unila berhasil menjadi tiga tim terbaik dalam penyusunan proposal dalam kompetisi “ Panda Inovatif Challenge 2019 Rancang Bangun Alat Mitigasi Konflik Gajah Dan Manusia”. yang diselenggarakan oleh WWF ID setelah melaksanakan presentasi 13 besar karya terbaik. Kompetisi telah dilaksanakan sejak 12 Maret – 30 April 2019 dan ada 23 proposal aplikasi yang telah masuk yang datang dari berbagai daerah yakni Aceh, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Barat, Jakarta, Bandung, Surabaya dan Jawa Tengah. Juri internal WWF menyeleksi 13 proposal terplih, dan mereka diundang untuk memberikan masukan terkait proposal dalam sebuah workshop yang dilaksanakan pada hari kamis dan jumat 9-10 Mei 2019 yang bertepat di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta Selatan. Perwakilan Fakultas Pertanian (Faperta) dalam kegiatan lomba ini terdiri dari 3 mahasiswa Faperta Unila, yaitu Ezra Zeilika (kehutanan), Agung Yoga Pangestu (kehutanan) dan Rita Anggraini (Teknik Petanian).

Dimana hari pertama Workshop berlangsung acara yang diawali dengan pembukaan workshop oleh dewan juri yang brasal dari Tim WWF, Tim BKSDA Aceh, juri dari bidang ilmu teknologi dan instansi lain yang terkait, kemudian acara dilanjutkan dengan presentasi oleh kelompok. Terdapat 6 Tim untuk mempresentasikan karya dan idenya pada hari pertama, sesi presentasi dilakukan kurang lebih 90 menit, dimana terdapat sesi diskusi yang itu berisi kritik saran serta masukan-masukan oleh para juri kepada finalis lomba untuk lebih baik dalam perancanaan alat.

Untuk dapat lolos sebagai tiga besar proposal terbaik tiga mahasiswa tersebut harus bersaing melawan 13 tim finalis yang terpilih untuk melaksanakan presentasi dari perguruan tinggi dan masyarakat umum se-Indonesia. Panda Inovatif merupakan kompetisi yang diluncurkan oleh WWF Indonesia untuk mengembangkan alat alat yang dapat membantu penanganan konflik gajah dan manusia yang bisa digunakan oleh masyarakat. Diharapkan melalui penemuan-penemuan alat baru hasil inovasi atau juga penyempurnaan dari alat yang pernah dikembangkan sebelumnya, Dengan tepilihnya proposal rancang bangun alat mitigasi gajah ini membuktikan bahwa mahasiswa kehutanan mampu bersaing ditingkat nasional dengan mengalahkan para peserta yang notabene tidak hanya dari kalangan mahasiswa tetapi dari kalangan peneliti maupun pemerhati lingkungan. Pada dasarnya mahasiswa kehutanan unila memiliki potensi yang sangat baik tetapi perlu adanya pendekatan yang mampu meningkatkan motivasi para mahasiwa dalam mengembangkan ide-ide yang dimilikinya.(Dr. Melya Riniarti).

  

Mahasiswa Kehutanan Meraih Juara dalam Ajang Kompetisi National English Competition (NEON) 2019

National English Competition (NEON) 2019 adalah ajang kompetisi bahasa inggris skala nasional yang diadakan setiap tahun di Universitas Tarumanagara, Jakarta. NEON tahun ini diadakan dengan Branch lomba meliputi Speech, Story Telling, Scrabble, Spelling Bee, Acoustic Singing. Semua branch lomba dikuti oleh kompetitor-kompetitor dari berbagai wilayah di Indonesia yang mumpuni di Branch masing-masing. Branch scrabble dengan kompetitor yang cukup banyak terdiri dari divisi Master dan Divisi Intermediate. Universitas Lampung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa English Society mendelegasikan perwakilan dari Branch Scrabble yang berjumlah tiga orang. Ketiga orang ini berasal dari tiga Fakultas yang berbeda yaitu FISIP, FMIPA, dan FP. Divisi scrabble yang diikuti oleh mereka berbeda, dua orang mengikuti divisi intermediate dan satu orang divisi master. Dari ketiga delegasi, satu diantaranya yaitu Muhtar Amin memperoleh juara 1 di divisi intermediate.

Muhtar Amin adalah delegasi yang berhasil mendapat juara 1 Branch Scrabble dari Fakultas Pertanian, atau lebih tepatnya dari Jurusan Kehutanan angkatan 2017. Ia sebelumnya juga pernah mendapat juara tiga di tahun 2018 pada kompetisi yang berbeda. Ia mengikuti kompetisi NEON bersama dengan dua temannya pada tanggal 12-14 April 2019. Bersama kedua ttemannya dia melakukan persiapan sekitar tiga minggu lebih. Muhtar Amin berangkat pada hari Kamis, 11 April 2019 dengan membawa dukungan dari ESo dan Jurusan Kehutanan. Ia mendapatkan dispensasi selama satu hari pada hari jumat yang mana hari itu adalah hari pertama kompetisi dilaksanakan. Ia mengikuti kompetisi selama tiga hari yang berlangsung mulai dari hari kamis sampai hari minggu. Selama kompetisi berlangsung, ia dapat bertahan sampai pada hari ke-tiga pada posisi 10 besar yang tergabung dengan divisi master.

Muhtar Amin mengatakan bahwa untuk menjadi juara di divisi intermediate dalam kompetisi NEON 2019 tidaklah mudah, karena harus tergabung dengan divisi master. Divisi master sendiri diikuti oleh kompetitor-kompetitor yang memiliki peringkat 10 besar di Indonesia. Selama kompetisi scrabble ini berjalan, Ia harus jatuh bangun menghadapi kompetitor master yang selalu bertengger dia 5 besar. Namun, Ia mengatakan kembali bahwa dalam berkompetisi harus bersikap tenang dan tetap percaya apapun bisa terjadi. Sampai pada hari ketiga, sampai pada single battle terakhir ia menempatkan posisi di peringkat empat yang tergabung dalam divisi master dan sekaligus mengamankan posisinya untuk menjadi juara satu scrabble intermediate dalam kompetisi NEON 2019. Muhtar Amin berhasil mendapatkan juara 1 divisi intermediate, sedangkan kedua temannya menempati posisi di peringkat 4 divisi master dan divisi intermediate. Dalam kompetisi ini, Muhtar Amin mengatakan bahwa ia berterima kasih atas support dan do’a dari orang tua, ESo Unila, dan Jurusan Kehutanan. Ke depannya ia berencana dapat mengikuti kompetisi lain yang akan diadakan di tahun ini juga. Untuk itu, ia mengharapkan lagi dukungan pada kompetisi berikutnya (Dr. Melya Riniarti).

  

“2019 Asian English Olympic”

Saipul Anwar, Bangun Adi Wijaya dan Aulia Nur Intan Denada adalah 3 mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung yang beberapa waktu yang lalu mengikuti “2019 Asian English Olympic” di Universitas Bina Nusantara pada tanggal 11-15 Februari 2019. Mereka berangkat bersama tim English Society Unila dengan 9 orang lainnya pada tanggal 10 Februari 2019. Mereka dilepas keberangkatannya oleh senior English Society di Terminal Rajabasa. Sebelum keberangkatan, mereka habiskan liburan mereka di kampus untuk berlatih karena mereka percaya bahwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka usahanya pun harus maksimal. Kecuali Aulia yang baru bisa bergabung H-1 keberangkatan karena mengikuti KKN.

Asian English Olympic adalah olimpiade terkait skil-skil berbahasa Inggris tingkat Asia yang diadakan setiap tahun oleh Universitas Bina Nusantara. Tahun ini, AEO diikuti oleh lebih dari 600 pelajar yang berasal dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Korea Selatan, China, Macau, Kyrgyztan dan negara Asia lainnya. Adapun cabang lomba yang diadakan AEO tahun ini adalah scrabble, speech, story telling, debate, news casting dan online competition (radio drama dan short story writing).

Saipul Anwar adalah peserta cabang lomba scrabble, Bangun Adi Wijaya adalah peserta cabang lomba speech sementara Aulia Nur Intan Denada adalah peserta cabang lomba story telling. Dari ketiga mahasiswa tersebut, Bangun Adi Wijaya dan Aulia Nur Intan Denada harus terhenti langkahnya di babak penyisihan (preliminary round), sementara Saipul Anwar berhasil melaju hingga semifinal setelah melewati babak penyisihan dengan cukup baik. Di babak simifinal, ia harus mengakui keunggulan lawannya dan gagal memperebutkan medali emas. Di babak perebutan medali perunggu ia mampu mengalahkan lawannya. Baginya ini adalah penghargaan terbaik yang pernah ia terima karena ini adalah event internasional pertama yang pernah ia ikuti. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga dan teman-teman yang telah mensupport dan mendo’akan mereka bertiga. Mereka mengaku masih memiliki banyak kekurangan, mereka masih ingin terus berlatih hingga bisa mengharumkan nama bangsa dan almamater tercinta hingga ke kancah yang lebih besar. Mereka juga mengaku bahwa kendala yang mereka hadapi adalah sulitnya mendapatkan bantuan dana dari pihak-pihak terkait. Mereka berharap bila ke depan masalah ini menjadi lebih mudah diselesaikan, sehingga focus mereka hanya tertuju pada persiapan lombanya saja sehingga hasilnya bisa lebih maksimal (Bangun, 2019).

  

Berita Magang Jurusan Kehutanan

Sebanyak 11 orang mahasiswa Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung mengikuti magang di beberapa lokasi seperti; KPH VII Way Waya Tangki Tebak, Resort Salabintana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, PT. Mutu Agung Lestari, Taman Nasional Kerinci Seblat, KPH Sukabumi PERHUTANI, Dinas Kehutanan Bangka Belitung, BPDHSL Way Seputih Way Sekampung, PT. Bukit Asam, Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, dan KPHL Batu Tegi.

Magang menjadi salah satu mata kuliah pilihan di jurusan kehutan mulai semester genap tahun ajaran 2018/2019. Mata kuliah magang ini akan dibuka setiap semester, hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa mahasiswa kehutanan agar memiliki pengalaman bekerja dan meningkatkan keahlian (skill) dalam bidang kehutanan. Harapan kedepannya lulusan kehutanan memiliki kesiapan dan daya saing bekerja di bidang kehutanan (Rusita).

  

Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (Himasylva) bersama BKSDA SKW III Lampung, Bantu Korban Tsunami Selat Sunda di Pulau Sebesi Lampung Selatan

Mahasiswa yang berjumlah puluhan dari Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (HIMASYLVA) melakukan aksi turun ke jalan pada kegiatan menggalang dana dari warga Bandar Lampung untuk meringankan para korban bencana tsunami Lampung Selatan. Aksi ini digelar pada Rabu (26/12/2018) siang hingga sore hari untuk mengumpulkan uang dari warga yang melintas dan berhenti sejenak di sejumlah perempatan lampu merah di tugu Adipura Kota Bandar Lampung dan beberapa titik di Bandar Lampung. Bermodal kardus bekas mie instan, mereka menghimbau warga peduli dengan nasib para korban bencana di Lampung Selatan yang mungkin saat ini sudah tidak memiliki harta benda lagi. Aji Mandala Putra, salah satu mahasiswa Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian Unila, yang menggalang dana di Tugu Adipura Bandar Lampung mengatakan, aksi ini dilaksanakan oleh himpunan mahasiswa kehutanan Unila. Mereka bersama-sama melakukan aksi menggalang dana untuk para korban bencana. “Kita mencari dana ini karena kita semua memiliki solidaritas sebagai sesama warga Indonesia. Juga sebagai sesama warga muslim,” ungkap ini di sela penggalangan dana.

Ada tujuh titik yang disasar oleh para mahasiswa. Pertimbangannya, titik-titik tersebut tergolong padat lalu lintasnya sehingga bisa menjaring banyak warga yang mungkin bersimpati dan mau menyumbangkan sebagian kecil dana untuk para korban bencana. Titik-titik tersebut antara lain adalah Bundaran Tugu Adipura, Lampu merah Way Halim, Ramayana Tanjung Karang, Jalan Pramuka, Pasar Untung, ‘’Giant’’ Kemiling dan Bataranila. Perwakilan mahasiswa dari HIMASYLVA dan Tim BKSDA SKW III Lampung diberangkatkan, Senin (31/12/2018), pagi. Sebanyak 10 relawan yang terjun pada kegiatan sosial tersebut terdiri dari 6 mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (HIMASYLVA) dan 4 personil dari BKSDA SKW III Lampung akan diberangkatkan ke Pulau Sebesi guna memberi bantuan kepada para korban bencana tsunami yang telah menerjang daerah tersebut. HIMASYLVA berkerjasama dalam memberi bantuan yakni dengan BKSDA SKW III Lampung. Kerja sama ini untuk mewujudkan pengadaan bantuan berupa personel relawan dan akomodasi serta peralatan. Mereka menyatakan bahwa bantuan ini adalah wujud solidaritas sebagai bagian dari bangsa Indonesia, dengan bantuan ini mereka berharap dapat membantu korban bencana Tsunami ini untuk bangkit kembali.

Rombongan yang menjadi relawan kemanusiaan akan dipimpin Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung , Aji Mandala Putra. Mereka ke lokasi bencana melalui jalur darat dan laut, pada perjalanan jalur darat ditempuh dengan menggunakan mobil milik BKSDA SKW III Lampung. Perjalanan dari Bandar Lampung menuju Pulau Sebesi, Lampung Selatan pada jalur darat ditempuh ± 4 jam sedangakan untuk jalur laut ± 3 jam. Pak Amir Selaku koordinator BKSDA di Pulau Sebesi akan mengkondisikan Tim Relawan dari Mahasiswa HIMASYLVA dan Tim BKSDA untuk menyiapkan upaya penyaluran logistik sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan. Kunjungan langsung yang telah dilaksanakan selama 3 hari dimulai pada tanggal 31 sampai 2 Januari di Pulau Sebesi, diperoleh informasi bahwa masyarakat pulau ini belum kembali dari pengungsian karena tidak ada tempat tinggal. Pulau Sebesi terdiri dari 4 Dusun dengan jumlah 2500 jiwa, 3 dari Dusun tersebut diantaranya mengalami kerusakan parah yaitu sebanyak 80 rumah dalam kondisi rata dengan tanah. Rumah yang mengalami keruskan tersebut dikarenakan jarak dengan bibir pantai sekitar 50-100 meter. Pulau sebesi sangat membutuhkan donasi baik moril dan materil. Relawan dari perwakilan Himpunan Mahasiswa Kehutanan Universitas Lampung (HIMASYLVA) dan gabungan dari Tim BKSDA SKW III Lampung melakukan berbagai kegiatan mulai dari menyaksikan pemasangan alat pendeteksi Tsunami yang dilakukan oleh BMKG yang sedang bertugas ditemani oleh personil TNI-AL dan beberapa media yang meliput hingga diskusi bersama yang dilakukan tim mahasiswa HIMASYLVA dan BKSDA SKW III Lampung kepada korban bencana. Salah satu mahasiswa yang ikut pada aksi sosial tersebut, Syarif Hidayat mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya meringankan kegelisahan dan kesedihan serta rasa takut yang dirasakan korban bencana Tsunami di Pulau Sebesi. “Dengan adanya kegiatan seperti ini meski masih ada rasa takut, gelisah, dan kesedihan yang terlihat diraut wajah korban setidaknya kegiatan ini bisa meringankan rasa tersebut,” ungkapnya. Lebih lanjut, Mahasiswa angkatan 2016 ini juga memberikan semangat kepada para korban. Sebab, masih banyak sekali orang yang masih peduli dengan mereka. “Kami memberikan semangat untuk mereka agar mampu menghilangkan semua rasa kekhawatirannya dan menyadarkan bahwa masih ada kita disini yang peduli dengan mereka”(Ezra).

  

Design Downloaded from free wordpress themes | free website templates | Free Web Icons.